Home » » Apakah Stephen William Hawking Orang Ateis?

Apakah Stephen William Hawking Orang Ateis?

Wajib Baca - Apakah Stephen William Hawking Orang Ateis, mungkin ada yang belum tau siapa itu stephen Hawking dia ini seorang profesor ahli matamatika dan ahli fisika teoretis. Salah satu sumbangan terbesarnya adalah teori tentang kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Stephen Hawking lahir pada 1942 (73 tahun)  dari pasangan Dr. Frank Hawking, seorang biolog, dan Isobel Hawking. Pada usai 8 tahun sekolah di St Albans High School for Girls, dari namanya saja anak laki laki tidak di perbolehkan sekolah di sini tapi kalau masih di bawah 10 tahun masih boleh, kemudian pada usia 11 tahun dia sekolah di St Albans School . Karena terinspirasi dari guru matematikanya yang namanya Dikran Tahta, sehingga Hawking sangat menyukai ilmu pengetahuan alam dan matematika.


Kemudian oleh ayahnya, Howking di sekolahkan tempat ayahnya dulu kuliah yaitu University College, Oxford . Dia mendapatkan beasiswa di di sini kemudian mempelajari pengetahuan alam lalu fokus mempelajari ilmu fisika, pada 1962 mendapat gelar B.A di universitas ini tapi tidak lantas pergi, disini dia mempelajari ilmu astronomi. Ia memilih pergi ketika mengetahui bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya dan Hawking lebih tertarik pada teori daripada observasi. Hawking lalu masuk ke Trinity Hall, Cambridge. Ia mempelajari astronomi teoretis dan kosmologi. Sayangnya setelah tiba di Cambridge gejala penyakit kelumpuhan  sklerosis lateral amiotrofik (ALS) yang akan membuatnya kehilangan hampir seluruh kendali neuromuskularnya mulai muncul. Pada tahun 1974, ia tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengenalnya dengan baik.

University College, Oxford

Pada tahun 1985, ia terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga ia tidak dapat berbicara sama sekali. Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang memperbolehkan Hawking menulis apa yang ingin ia katakan pada sebuah komputer, lalu akan di lafalkan melalui sebuah voice. Karena kepandaianya ia mendapatkan peghargaan :
* Prince of Asturias Award (1989)
* Copley Medal (2006)
* Presidential Medal of Freedom (2009)

Dalam kehidupan pribadinya Stephen Hawking menikah dengan orang yang di cintainya yaitu  Jane Wilde, salah satu murid bahasa, pada tahun 1965. Jane Hawking melayani dan mengurusnya, namun pernikahan mereka cuma bertahan selama 26 tahun hingga terjadi perceraian mereka pada tahun 1991. Alasan Jane Hawking bererai karena tekanan ketenaran dan meningkatnya kecacatan Hawking, dari pernukahanya mereka telah dikaruniai 3 anak: Robert (lahir 1967), Lucy (lahir 1969), dan Timothy (lahir 1979). Hawking lalu menikahi perawatnya, Elaine Mason mantan suami David Mason, seorang perancang komputer bicara Hawking pada tahun 1995. Pada Oktober 2006, Hawking meminta bercerai dari istri keduanya,
ketika ditanyakan mengenai IQnya yang hebat pada tahun 2004, Hawking menjawab, "Saya tidak tahu. Orang yang membanggakan IQnya adalah seorang pecundang".

Pandangan Hawking tentang ketuhanan atau agama, dia memposisikan diri agnostik. Agnotik ini artinya luas tapi kita bisa ambil agnotik yang paling lemah bahwa pandangan ada atau tidaknya setiap dewa saat ini tidak diketahui, tetapi belum tentu untuk kemudian hari, sehingga orang akan menahan penilaian sampai muncul bukti yang menurutnya bisa menjadi alasan untuk percaya. Seorang penganut agnostik lemah akan berkata, "Saya tidak tahu apakah ada Tuhan ataupun dewa ada atau tidak, tapi mungkin suatu hari, jika ada bukti, kita dapat menemukan sesuatu.".

Dalam buku bukunya dan pidatonya ia menggunakan kata Tuhan. Hawking menyatakan bahwa ia "tidak religius secara akal sehat" dan ia percaya bahwa "alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi kepada manusia untuk melanggar hukum. Hawking membandingkan agama dan ilmu pengetahuan pada tahun 2010, menyatakan: "Terdapat perbedaan mendasar antara agama, yang berdasarkan pada otoritas, dan ilmu pengetahuan, yang berdasarkan pada observasi dan alasan. Ilmu pengetahuan akan menang karena memang terbukti". Mantan istrinya Jane Hawking menjelang perceraianya manyatakan bahwa Stephen Hawking orang ateis.

Dari uraian di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa ilmu pengetahuan yang tinggi yang dapat di capai oleh manusia akan membuat manusia pecah menjadi 2 kemungkinan apakah dia akan lebih beriman dan bertakwa karena mengagumi ciptaan Allah sehingga akan lebih rendah hati dan bersyukur. Ataukah dia akan lebih jauh dari Allah karena merasa dapat mengungkap rahasia alam ciptaan-Nya, sungguh sangat di sayangkan karena jasanya yang besar dan kata katanya menginspirasi bagi umat manusia terutama bagi mereka yang cacat, tetapi di sisi lain umat manusia mencemooh karena jauh dari Tuhanya.



* Sumber                     : http://id.wikipedia.org/wiki/Stephen_Hawking#cite_note-18
* Featured photo credit : Stephen Hawking in front of sun with coronal mass ejections/ Lwp Kommunikacio via flickr.com

Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Monday, June 08, 2015

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top