Home » , » MENGENALI GANGGUAN ORANG TIDUR DAN PERILAKUNYA

MENGENALI GANGGUAN ORANG TIDUR DAN PERILAKUNYA

Kesehatan - Wajib Baca - Pernahkah anda melihat orang tidur seperti makan kerikil "klethuk klethuk", pernahkah anda lihat orang tidur tiba tiba bangun seperti orang ling lung (bingung), pernahkah anda melihat orang tidur mengucapkan kata kata (mengigau) sampai tak sadar ia berjalan? jangan jangan anda sendiri yang mengalaminya...! ada juga ketika tidur kita seperti tertindih sesuatu sehingga tidak mampu bergerak dan bernafas. Memang aneh kalau kita sejenak memperhatikan orang tidur, biasanya gangguan tidur semacam ini disebabkan pola yang tidak normal atau jumlah jam tidur yang kurang, mungkin juga faktor phisikologi, trauma masa kecil atau kelelahan karena bekerja seharian. Manusia tidur butuh 6 sampai 8 jam untuk ukuran normal, dengan pola tidur normal ini sel sel tubuh mampu memperbaiki diri dan otak akan berfungsi dengan baik serta badan akan terasa segar sehingga semangat untuk melakukan aktifitas sehari hari.

Seperti yang saya kutip dari Diagnostic and Statistical Manual of  Mental Disorders (DSM-IV). edisi ke-4. Washington, DC: America Psyciatric Association dan situs resmi apotik online www.medicastore.com ada 5 tahap manusia ketika tidur yaitu:

Tahap 1 :
Yitu pola tidur yang ringan, periode transisi antara fase bangun dengan fase tidur, otak memproduksi gelombang theta beramplitudo tinggi (gelombang otak yang sangat lambat),  jangka waktu 5-10 menit
Tahap 2 :
Pada tahap ini jangka waktu 20 menit, otak memproduksi gelombang aktifitas ritmik yang disebut dengan  sleep spindles, temperatur badan mulai menurun dan denyut jantung me-lambat.
Tahap 3 :
Yaitu gelombang otak yang lambat dan dalam yang dikenal sebagai delta waves,  transisi dari tidur ringan menjadi tidur berat.
Tahap 4 :
Kemudian jangka waktu 40 menit, kemungkinan besar terjadinya sleepwalking di tahap ini,  berupa delta sleep karena gelombang lambat yang terjadi pada tahap ini.
Tahap 5 :
kebanyakan mimpi terjadi di tahap Rapid Eye Movement (REM) sleep, meningkatkan proses respirasi dengan  baik dan meningkatkan aktifitas otak ketika otot menjadi relaks.

MENGENALI GANGGUAN ORANG TIDUR DAN PERILAKUNYA

1. Parasomnia :
Sebuah kategori gangguan tidur yang melibatkan gerakan abnormal dan tidak wajar, perilaku, emosi, persepsi, dan impian sehubungan dengan tidur. Gangguan tidur ini melibatkan gerakan-gerakan atau anggota tubuh, dengan kata lain parasomnia adalah mimpi yang hidup atau aktivitas fisik yang terjadi selama tidur.

2. Sleep Apnea (Obstructive sleep apnea) :
Obstruksi / hambatan jalan napas selama tidur, menyebabkan kurangnya tidur nyenyak yang cukup, sering disertai dengan mendengkur.
3. Bruxism :
Berasal dari bahasa Yunani (brygmós), "kertakan gigi", dicirikan oleh pengasahan gigi dan biasanya mencakup mengepalkan rahang. Bruxism saat tidur yang menyebabkan sebagian  besar masalah kesehatan dan bahkan dapat terjadi selama tidur siang atau tidur yang singkat. Bruxism adalah salah satu gangguan tidur yang paling umum.

Menggerakan Gigi Seperti Mengasah Tanpa Sadar
Sumber : www.3rbdr.net
4. Sleep Paralysis :
Gangguan ini ditandai dengan kelumpuhan sementara dari tubuh dalam waktu sebelum atau setelah tidur. Kelumpuhan tidur mungkin disertai oleh visual/penglihatan, auditori/pendengaran atau halusinasi taktil/sentuhan. Bukan merupakan gangguan kecuali keadaan paralisisnya parah.

5. Night Terrors : 
Pavor nocturnus, gangguan tidur teror yaitu bangun mendadak dari tidur dengan perilaku yang konsisten dengan teror. Teror malam adalah yang paling sering terlihat  pada anak yang sangat muda (antara usia 2 dan 6), tapi orang-orang dari segala usia dapat dipengaruhi oleh gangguan tidur ini. Gejala khas termasuk berkeringat berlebihan, gemetar dan ketakutan jelas. Ditandai dengan gairah tiba-tiba dari tidur gelombang lambat (slow-wave) dengan jeritan menusuk atau menangis, disertai dengan manifestasi perilaku otonom dan ketakutan yang intens.

6. Sleepwalking or Somnabulism :
Berjalan sambil tidur, terlibat dalam kegiatan yang biasanya terkait dengan terjaga (seperti makan atau berpakaian), yang dapat mencakup berjalan, tanpa pengetahuan sadar subjek.

7. Narcolepsy :  
Excessive Daytime Sleepiness (EDS) sering terjadi jatuh tertidur secara spontan, gangguan tidur berupa seseorang kesulitan untuk mengontrol atau tertidur secara tiba-tiba dalam beberapa menit atau sejam. Dalam sehari dapat terjadi beberapa kali. Gangguan sistem saraf ini ditandai dengan kejadian tertidur tiba-tiba kapan dan dimana saja, dan juga kondisi mengantuk yang terus- menerus.

8. Rapid Eye Movement Behavior Disorder (RBD):
Ini adalah tahap tidur yang bermimpi paling  jelas terjadi. Hilangnya inhibisi motorik mengarah ke spektrum yang luas dari rilis perilaku selama tidur. Ketika itu terjadi, orang-orang bertindak diluar kesadaran mereka. Mereka mungkin berteriak, dan menendang, dan bahkan keluar dari tempat tidur dan berlari-lari. Ketika terbangun, mereka biasanya akan ingat mimpi mereka, tetapi mereka tidak akan ingat bahwa mereka pernah bergerak, penderita tampaknya tidak sadar bertindak berdasarkan mimpi mereka. Perilaku ini dapat bersifat kasar secara alami dan dalam beberapa kasus akan menyebabkan cedera baik pasien atau pasangan tidur mereka.

REM Behavior Disorder
Sumber : http://medicastore.com
9. Nocturia :
Sebuah kebutuhan sering untuk bangun dan pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil di malam hari. Ini berbeda dari Enuresis, atau mengompol, di mana orang tersebut tidak  bangun dari tidur, tapi tetap mengosongkan kandung kemih.

10. Insomnia :
Gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan.
Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

11. Mimpi buruk :
Mimpi yang dapat menyebabkan respon emosi negatif yang kuat dari tidur, biasanya memunculkan rasa takut atau dapat terkesan horor. Mimpi itu mungkin dapat berisi situasi bahaya, ketidaknyamanan psikologis atau mengalami teror fisik. Ketika terbangun, biasanya orang itu berada dalam keadaan tertekan dan mungkin tidak dapat kembali ke tidur untuk jangka waktu lama.
Penyebab dari mimpi buruk, bisa disebabkan adanya kondisi yang dialami oleh orang itu berada dalam kondisi yang tidak stabil / sedang dalam keadaan sakit, stress bahkan bisa disebabkan oleh trauma yang berkepanjangan. Sehabis menyaksikan film yang seram seram juga merupakan faktor yang memicu mimpi buruk. Menurut American Sleep Association (ASA), jika mimpi buruk terjadi berulang-ulang maka dapat mengganggu psikologi seseorang dan dapat menyebabkan insomnia sehingga konseling dianjurkan untuk dilakukan.

Penyebab gangguan tidur dapat berupa :
  • Usia, pada orang dewasa normal dibutuhkan 8 jam waktu untuk tidur, seiring dengan penambahan usia jam waktu tidur semakin menurun, pada usia 60 tahun ke atas rata-rata waktu yang digunakan oleh orangtua untuk tidur adalah 6 jam.
  • Kecemasan.
  • Ketergantungan pada alkohol, pengguna atau masa transisi dari terapi alkohol.
  • Kelebihan tidur pada siang harinya.
  • Depresi.
  • Penggunaan narkotika seperti amphetamine dan kokain.
  • Stimulan tertentu berupa nikotin, kopi, alkohol, atau makanan tertentu.
  • Stress dan rasa cemas berlebihan.
  • Gangguan pada sistem urine yang membuat individu terus berjaga untuk ke kamar mandi.
  • Jam kerja di malam hari.
  • Situasi atau kondisi medis berupa kelebihan thyroid, ephedrine, phenylpropanolamine, dan sebagainya.
  • Penyakit, seperti penyakit tulang, pembesaran prostat, cystitis, atau chronic obstructive pulmonary disease (COPD).
  • Kekurangan atau kelebihan cahaya di dalam kamar.
  • Lingkungan tempat tinggal yang gaduh, seperti di tepi jalan raya, rel kereta api atau tempat keramaian lainnya.
  • Gangguan pola tidur, tidur yang tidak nyenyak, mudah terbangun.
  • Gangguan tidur paling banyak ditemukan pada individu yang mengalami stress, kecemasan atau depresi.
Manfaat Tidur Cukup
  • Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur terutama sangat penting bagi orang yang sedang sakit agar lebih cepat sembuh memperbaiki kerusakan pada sel. Apabila kebutuhan istirahat dan tidur tersebut cukup maka jumlah energi yang di harapkan dapat memulihkan status kesehatan dan mempertahankan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari terpenuhi.
  • Tidur juga memberikan tenaga bagi manusia agar saat terjaga ia memiliki sistem pertahanan tubuh yang baik. Dengan tidur berarti manusia mengistirahatkan beban kerja organis-nya yang selalu aktif di dalam tubuh (pencernaan dan pernafasan) serta memberikan otak peningkatan aktivitas untuk me-refresh kondisi seluruh tubuh manusia yang ujungnya juga sangat mempengaruhi perkembangan kondisi psikologis seseorang (mental dan emosional).
  • Maka dari itu kesehatan mental dan fisik seseorang dapat dibantu salah satunya dengan mengatur pola tidur dengan baik. Dalam keadaan tidur, seseorang seakan sedang me-recharge energinya yang telah dipakai seharian. Dengan me-reboot kemampuan psikis dan fisik seseorang secara eksternal (gerakan motorik) dengan internal (organ gerak dan pernafasan) melalui tidur adalah hal yang wajib dilakukan oleh setiap manusia
Begitulah beberapa gangguan ketika tidur, terimakasih sudah membaca artikel ini, semoga menambah ilmu pengetahuan kita. Dan ika ini bermanfaat silakan share kepada teman teman anda...

Referensi : http://medicastore.com/
Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Thursday, August 20, 2015

2 komentar:

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top