Home » » UNDIAN BERHADIAH EMAS DI BANK SYARIAH APAKAH SYAR'I ATAU JUDI

UNDIAN BERHADIAH EMAS DI BANK SYARIAH APAKAH SYAR'I ATAU JUDI

Perbankan - Mengulas jawaban tentang pertanyaan syar'i ataukah judi promo hujan hadiah emas di bank syariah, melihat dan mendengar iklan hujan hadiah dalam bank syariah sepertinya kok ada yang salah ya, mungkin dari pihak bank sendiri niatnya baik dengan memberikan atau menyisihkan sebagian keuntungan-nya kepada nasabah-nya, tapi masalahnya untuk pihak nasabah nanti jika menabung akan mengharapkan kelebihan dari apa yang ia simpan di rekening tabungan-nya. Bukanlah mengharapkan lebih dari apa yang di berikan atau di simpan kemudian nanti diundi merupakan bentuk perjudian? dengan adanya ketidakpastian inilah seorang nasabah biasanya akan berangan angan dan berandai andai. Dalam hal ini saya mendapatkan jawaban dari salah satu bank syariah yaitu BRISyariah melalui situs resminya http://www.brisyariah.co.id/ , apa jawabanya?

1. Sehubungan dengan pemberian hadiah berupa emas, apakah ini juga sama dengan undian berhadiah? 


  • Sebenarnya ada perbedaan yang mendasar dari kata “hadiah” dan “undian” terutama dalam konteks Good Governance secara syariah. Pada konteks “hadiah”, kami sebagai bank penyelenggara promosi Hujan Emas Tabungan BRISyariah, kami telah “menyediakan” hadiah tersebut yang kami sisihkan dari keuntungan kami yang mengacu pada sistem bagi hasil.  Ini tentu saja kami sisihkan sesuai dengan kebijakan bank kami. Dan proses pembagiannya, dan untuk kepentingan transparansi, kami melakukan pemilihan pemenang secara acak sesuai dengan nomor account nasabah kami. Dan ini berlaku sama rata di seluruh Indonesia. 
2. Bukankah undian itu dilarang dalam konteks perbankan syariah, karena ada isu resiko dan “judi”?
  • Betul, menurut kaidah perbankan syariah, setiap investasi ataupun kegiatan perbankan ataupun keuangan  yang mengandung resiko tinggi  tidak diperkenankan dalam kerangka hukum syariah. Ada perbedaan mendasar antara  judi  dan pemberian hadiah sebagai dasar pemikiran strategi pemberian hadiah pada nasabah. 


Judi: 
  • Peserta yang menyetorkan sebagian dari kepemilikannya untuk mendapat ganti yang lebih besar. Ada elemen ketidak pastian dan unsur kerugian yang mungkin akan diterima oleh peserta.
Hadiah:
  • Salah satu pihak menyediakan sebagian dari kepemilikannya kepada pihak yang lain. Ini tentu saja, disesuaikan dengan kemampuan pihak tersebut.  Dalam hukum syariah, hadiah bersifat halal diberikan apabila tidak merugikan atau memberi beban pada salah satu pihak.  Hadiah tersebut selayaknya tidak bersifat maysir  yaitu transaksi yang digantungkan pada sesuatu yang keadaan yang tidak pasti dan bersifat untung-untungan. Landasan ini kami petik dari Hadits Nabi Muhammad SAW “saling berhadiahlah kalian dan saling menyayangilah”
Kemudian pihak bank bank BRI Syariah menjelaskan tentang maksud Hadiah emas promo Hujan Emas Tabungan BRISyariah iB:
  • Pemberian hadiah yang kami lakukan merupakan apresiasi kami terhadap nasabah BRISyariah.  Hadiah ini kami dapatkan dari porsi keuntungan kami sebagai bank. Sebelum merilis promo ini pun kami telah mendapat restu dari Dewan Pengawas Syariah kami untuk menghindari elemen elemen yang tidak diperkenankan dalam perbankan syariah.  Oleh karena pemberian hadiah ini merupakan apresiasi, kami melakukan pemilihan pemenang secara acak. Hal ini dilandasi sebuah pemikiran karena kami belum mampu memberikan hadiah kepada seluruh nasabah kami, untuk fairness kami lakukan pemilihan tersebut. Dengan demikian pajak yang terkait dengan hadiah tersebut pun kami sebut sebagai pajak hadiah dan bukan pajak undian. 
Begitulah penjelasan tentang maksud undian berhadiah syar'i ataukah judi? yang di adakan oleh berbagai bank syariah di Indonesia. Dengan adanya satu jawaban dari bank BRISyariah ini bisa mewakili bank syariah lainya, jadi mereka mempunyai dasar untuk alasan-nya yaitu salah satu hadis Nabi Muhammad (semoga keselamatan untuk beliau dan keluarganya) “saling berhadiahlah kalian dan saling menyayangilah”. Memang niatnya baik ini, tapi untuk para nasabah sendiri apa niat mereka? jawaban itu tergantung pribadi nasabah itu sendiri dan anda sendiri tentunya, kemudian Hanya Allah-lah yang maha tau dan tempat kembali.
Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Tuesday, September 08, 2015

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top