Home » » 5 PENEMUAN TERBARU BAHWA "SMARTPHONE MERUSAK OTAK ANAK"

5 PENEMUAN TERBARU BAHWA "SMARTPHONE MERUSAK OTAK ANAK"

Seri Edukasi - Apa akibatnya jika anak sering bermain dengan Smartphone (HP, Android, Tablet, iPhone, iPad) - Perkembangan teknologi smartphone semakun lama makin maju dan berkembang pesat, smarphone android/tablet atau iPhone bukan lagi menjadi barang mewah kita bisa lihat dipinggir pinggir jalan dapat kita jumpai smrtphone dengan harga murah sehingga banyak anak anak yang menyimpan uang jajan-nya misalnya 1 hari 5 ribu rupiah maka dalam waktu 5 bulan sudah bisa dibelikan samrphone. Asiknya bermain game dapat melupakan segalanya, dari belajar hingga sholat 5 waktu. Sungguh luar biasa ini pengaruh smarphone. Ada penemuan terbaru yang berhasil saya kumpulkan, fakta menarik bahwa seringnya anak bermain ponsel cerdas dari bermain game sampai bergaul di media sosial dapat merusak otak pada anak yang menurunya tingkat eQ pada anak. untuk lebih jelasnya ada 5 akibat buruk yang akan terjadi pada anak...


1. Berlama lama di layar yang panjang menyebabkan Emotional Quotient (EQ) rendah pada anak.

Hal ini sangat berbahaya, terutama selama tiga tahun pertama dalam kehidupan seorang anak. Asosiasi dokter anak di Amerika tidak merekomendasikan kepada anak sebelum usia dua tahun, untuk menggenggam smartphone, termasuk menonton televisi secara teratur. Anak akan mengalami kesulitan berkomunikasi dalam kehidupan nyata, jika mereka sering menatap layar. Mereka akan lebih fokus kepada layar terutama smartphone, daripada memperhatikan satu sama lain.

2. Dapat Mengakibatkan Kesulitan berbicara

Anak-anak di bawah umur 2 tahun, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidak mempu memahami apa yang ada di layar. AAP mengatakan bahwa, balita di bawah usia dua tidak memiliki kemampuan kognitif untuk memahami apa yang tertera di dalam layar. Sehingga mereka akan mengalami kesulitan untuk berbicara, terutama antara orang tua dan anak. Survei yang dilakukan oleh Common Sense Media mengungkapkan bahwa, 38% dari anak-anak di bawah 2 tahun telah menggunakan gadget seperti smartphone atau tablet, bahkan sebelum mereka bisa berbicara atau berjalan.

3. Mengakibatkan Kurang aktif bermain

Anak-anak di bawah usia 12 tahun sering menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, daripada bermain di luar. Jika anda sebagai orang tua  sebaiknya ajaklah anak bermain dan berinterkasi diluar rumah, John Ratey, seorang dokter di Harvard, menjelaskan dalam bukunya, bahwa keuntungan dari bermain di luar membuat anak menjadi sehat secara fisik dan nyaman secara sosial. Bahkan 10 menit aktivitas fisik, dapat mengubah cara dan fungsi otak.

4. Sering menghabiskan waktu dengan Smarphone Mengakibatkan Kesehatan Kesehatan Tergamggu terutama mata

Penggunaan terus-menerus dari gadget berteknologi tinggi, dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi anak dan orangtua. Layar back-lit yang digunakan untuk komputer dan smartphone juga dapat menyebabkan masalah mata. Apalagi saat berjalan sambil mendengarkan musik yang menggelegar langsung ke telinga, menyebabkan sakit kepala dan kesulitan pendengaran. Bahkan sosial media bisa membuat anak-anak mudah stres.

5. Mengakibatkan Penyakit Mental Pada Anak.

Survey yang dilakukan Proyek PEACH, yang dilakukan kepada lebih dari 1.000 anak-anak antara usia 10 dan 11 tahun, menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar smartphone akan menderita kesulitan psikologis. Ini termasuk depresi, kecemasan, kurangnya perhatian dan perilaku anak sering bermasalah.

Baca juga: MEMBENTAK PADA ANAK "AKAN ADA 1 MILYAR SEL OTAK YANG RUSAK"

Kalaupun anak anda tidak bisa lepas dari samrtphone, sebaiknya download dan install saja aplikasi yang edukatif yang dapat meningkatkan eQ pada anak, banyak kok sekarang silakan cari di Google Play Store atau baca di sini 5 Aplikasi Test iQ Dan Nutrisi Otak Terbaik. Untuk orang muslim sebaiknya install saja aplikasi surah suarah pendek yang ada pada Juz ke 30 sebab untuk usia sekolah dasar oleh pihak sekolahan anak anak harus hafal surah pada juz ke 30 ini. Sebiknya jangan memeberikan kuota data internet, jika ada data internet pasti akan mencari dan dowload sendiri aplikasi yang ia inginkan, kalaupun ada kuota data internet sebaiknya batasi data latar belakan pada aplikasi google Play Store...

Reverensi: http://www.tehnografi.com/
Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Wednesday, November 25, 2015

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top