Home » » APA KATA USTADZ ARIFIN ILHAM "JIKA MEMASANG TARIF KETIKA BERDAKWAH?"

APA KATA USTADZ ARIFIN ILHAM "JIKA MEMASANG TARIF KETIKA BERDAKWAH?"

Hukum Islam - Apa kata ustadz Arifin ilham ketika ditanya "Apa hukumnya jika seorang ustadz memasang tarif/harga ketika berdakwah?" - Dalam 3 tahun terakhirnya banyak sekali bermunculan ustadz/pendakwah baru di layar Televisi, karena memang disalah satu stasiun Tv swasta sering mengadakan audisi. Masing masing peserta membawakan ceramah sesuai ciri khas-nya sehingga terliahat menarik dan enak untuk didengar, karena melalui audisi begini mereka akan cepat terkenal bukan hanya dikenal di Indonesia bahkan di luar negeri yang bisa mengakses TV indonesia juga mengenalinya sehingga memberikan keuntungan dari segi fianansial. Dari finomena seperti ini sehingga jika sudah keluar dari audisi kemudian berdakwah menjadi pendakwah komersil atau jadi ajang bisnis kalau tidak bayar sesuai tarif gak akan mau datang. Kalau sudah begini Bukan ustadz ihklas nantinya tapi Ustadz Iklan, dari fenomena ustadz yang memasang harga/tarif ketika berdakwah ini ada seorang jamaah masid Adz-Dzikra menayakan kepada ustadz arifin ilham seperti ini...

image by: http://www.smstauhiid.com/

Pertanyaan Jamaah:
Bang, saat kami mengundang seorang ustadz terkenal, beliau minta hubungi managernya. Ternyata minta DP dan tarif yg kami sangat berat membayar. Bagaimana hukumnya?

Jawaban Ustadz Arifin Ilham:
SubhanAllah dalam surah Yasin ayat 21, “Ikutilah mereka yang berda’wah yang tidak minta ganjaran (tarif) kepadaMu, mereka lah juru da’wah yang diberi hidayah Allah”. Kalau minta tarif maka sudah hilang ruh da’wah dan kemuliaan dirinya, tidak ada wibawa, da’wahnyapun menjadi tumpul, hampa, dan tidak menyentuh hati lagi. Hanya main main kata walau bagus retorikanya.
Peringatan Rasulullah, “Barangsiapa menuntut ilmu, yang seharusnya ia tuntut semata-mata mencari wajah Allah ‘Azza wa Jalla, namun ternyata ia menuntutnya semata-mata mencari keuntungan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan aroma wanginya surga pada hari kiamat” (HR Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah).

Kalaupun diberikan sesuatu yang tidak mereka minta, maka boleh ia menerimanya apalagi kemudian dimanfaatkan untuk harakah da’wahnya seperti pesantren, mesjid, anak anak yatim yg diasuhnya. Sungguh sebenarnya juru da’wah itu lebih berhak untuk diberi upah hanya TIDAK PANTAS MINTA TARIF. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya perkara yang paling berhak kalian ambil upahnya adalah kitabullah” (HR Ibnu Majah).

Sejatinya juru da’wah mulia itu istiqomah, tsiqqoh dg da’wahnya karena ia punya kedudukan sangat mulia disisi Allah sebagai “waratsatul anbiyaai” PEWARIS PARA NABI, jangan digadaikan apalagi dijual kedudukan mulia itu dg harga murah dunia. Contohlah seperti Rasulillah dan para sahabat yg menyertai beliau, BERDA’ WAH DAN BERDAGANG. Mulia dihadapan Allah, dan mulia juga dihadapan manusia. Sungguh da’wah itu bukan profesi tetapi AMAL MULIA SETIAP PRIBADI MU’MIN.

Sejak abang bercita cita ingin menjadi guru, diusia 16 tahun abang sudah berdagang sampai saat ini. Mesjid Az Zikra memberi upah dua imam, masing masing 3.800.000 Rp setiap bulan, tiga muadzdzin masing masing 2.400.000 Rp. Itupun masih ada kesempatan belajar, mengajar dan berdagang, dan mereka menempati rumah yang disediakan oleh majlis.

Plus THR dan bonus Ramadhon, adapun khotib jum’at 1.250.000 Rp, itu semua tanpa mereka minta tetapi kami memikirkan keadaan mereka walau banyak kekurangan. Kami sangat menyayangi mereka karena Allah. Allahumma ya Allah berkahilah da’wah kami dg sifat ikhlas di hati kami, pikiran kami, ucapan kami, aktivitas kami dan da’wah kami…aamiin. Dan jangan lupa sebelum rehat malam ini berwudhu, berdoa, berzikir, dan berazam untuk sholat malam.

Baca juga: Hikmah Makan Menggunakan Jari Tangan Dari Segi Islam & Medis

Itulah hukum seorang ustadz/pendakwah yang memasang tarif/harga ketika berdakwah, semoga para pendakwah yang ngedumel "Hmm...ceramah disana cuma dikasih segini" segera sadar bahwa bahwa apa yang telah ia usahakan imbalanya haya harta dunia, dan di akhirat nanti dia tidak mendapatkan wanginya surga sekalipun..

Sumber referensi: smstauhid
Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Saturday, November 28, 2015

4 komentar:

  1. Ana setuju akhy...
    postingan sangat bermanfaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ok terimakasih jika bermanfaat, alhamdulillah bisa menyebarkan ilmu agama yang suci ini

      Delete
  2. rahasia umum x ... skr mana ada yg sudah masuk tv di bayar 1jt rata2 di atas 1jt... apalagi tempat jauh... padahal isi ceramah cuma hal2 standar..perintah sholat puasa taqwa dan jauhi dosa dll... yang tanpa ceramah pun orang sudah tau ...mungkin ustaz2 kita harus nyontoh kaya orang non muslim dalam arti mereka di gaji bulanan+kasi fasilitas jadi fokus ceramah dan ga make tarif

    ReplyDelete

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top