Home » » APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERJADI 5 BENCANA ALAM INI?

APA YANG HARUS DILAKUKAN JIKA TERJADI 5 BENCANA ALAM INI?

Apa yang harus dilakukan sebelum dan Saat Terjadi  Juga setelah terjadi bencana alam Gempa bumi, Banjir, Tanah Longsor, Tzunami, Gunung Meletus.

Info Publik - Bencana alam yang saya sebutkan di atas ini sering terjadi di indonesia, namanya juga bencana alam pasti datangnya tidak di duga walaupun sebagian tanda tandanya sudah ada. Tapi sepertinya bagi rakyat indonesia bencana alam ini sudah biasa karena sering terjadi, karena kita hidup di wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi ini sewaktu waktu bisa datang lagi karena kita dikelilingi 3 lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia dan lempeng Pasific. Lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa dan Nusatenggara, sedangkan dengan Pasific di utara Irian dan Maluku utara.

Di sekitar lokasi pertemuan lempeng ini akumulasi energi tabrakan terkumpul sampai suatu titik dimana lapisan bumi tidak lagi sanggup menahan tumpukan energi sehingga lepas berupa gempa bumi. Pelepasan energi sesaat ini menimbulkan berbagai dampak terhadap bangunan karena percepatan gelombang seismik, tsunami, longsor, dan liquefaction.

Indonesia pernah mengalami Letusan gunung api dahsyat antara lain mengguncang Gunung Toba, Tambora (1815), dan Krakatau (1883). Indonesia yang dilewati oleh barisan gunungapi atau lebih dikenal dengan cincin api memiliki 29 gunungapi aktif. Kalau banjir kita sudah akrap sekali, coba lihat dikota besar seperti Jakarta sepertinya sudah langganan.

Sudah terbayang-kan betapa rawanya bencana tempat kita hidup ini? lalu apakah anda selalu waspada terhadap bencana yang mengintai ini? pada kesempatan kali ini saya akan berbagi apa yang harus dilakukan sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana dan apa yang harus dilakukan setelah terjadi bencana alam...

1. BENCANA BANJIR
Banjir dapat disebabkan karena curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi serapan tanah yang cukup. Atau dapat terjadi dalam bentuk rob atau bandang. Oleh karena itu, kita harus siap untuk mengantisipasi setiap jenis bencana banjir.

credit image: http://uniqpost.com/
Apa yang dilakukan sebelum terjadi banjir
  • Perhatikan ketinggian rumah Anda dari bangunan yang rawan banjir.
  • Tinggikan panel listrik
  • Hubungi pihak berwenang apabila akan dibangun dinding penghalang di sekitar wilayah Anda.
Apa yang dilakukan pada saat terjadi bencana banjir?
* Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda:
  • Simak informasi dari radio mengenai informasi banjir
  • Waspada terhadap banjir yang akan melanda. Apabila terjadi banjir bandang, beranjak segera ke tempat yang lebih tinggi; jangan menunggu instruksi terkait arahan beranjak.
  • Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air. Banjir bandang dapat terjadi di tempat ini dengan atau tanpa peringatan pada saat hujan biasa atau deras.
* Apabila Anda harus bersiap untuk evakuasi:
  • Amankan rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah. barang yang lebih berharga diletakan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah.
  • Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas air.
* Apabila Anda harus meninggalkan rumah:
  • Jangan berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan Anda jatuh. Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat Anda berpijak.
  • Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat.
2. BENCANA TANAH LONGSOR
Tanah longsor seringkali dipicu oleh curah hujan tinggi dan terjadi selama beberapa hari. Struktur tanah yang labil sangat mudah mengalami longsor hingga mengakibatkan bencana khususnya bagi masyarakat yang berada di posisi lebih rendah. Tanah longsor juga dapat dipicu oleh getaran gempa hingga merontokkan struktur tanah di atas. Untuk anda dan masyarakat di pegunungan atau perbukitan harus memperhatikan tempat sekeliling Anda tinggal dan berkonsultasi dengan ahli terkait dengan kondisi tempat tinggal Anda.

credit image: www.sorotmagelang.com

Apa yang dilakukan sebelum terjadi tanah longsor
1. Waspada terhadap curah hujan yang tinggi
2. Persiapkan dukungan logistik
  • Makanan siap saji dan minuman
  • Lampu senter dan baterai cadangan
  • Uang tunai secukupnya
  • Obat-obatan khusus sesuai pemakai
3. Simak informasi dari radio mengenai informasi hujan dan kemungkinan tanah longsor.
4. Apabila pihak berwenang menginstruksikan untuk evakuasi, segera lakukan hal tersebut.

Apa yang dilakukan pada saat terjadi tanah longsor
  1. Apabila Anda di dalam rumah dan terdengar suara gemuruh, segera ke luar cari tempat lapang dan tanpa penghalang
  2. Apabila Anda di luar, cari tempat yang lapang dan perhatikan sisi tebih atau tanah yang mengalami longsor.
Apa yang dilakukan sesudah terjadi tanah longsor
  1. Jangan segera kembali ke rumah Anda, perhatikan apakah longsor susulan masih akan terjadi.
  2. Apabila Anda diminta untuk membantu proses evakuasi, gunakan sepatu khusus dan peralatan yang menjamin keselamatan Anda.
  3. Perhatikan kondisi tanah sebagai pijakan yang kokoh bagi langkah Anda.
  4. Apabila harus menghadapi reruntuhan bangunan untuk menyelamatkan korban, pastikan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk atau menunggu pihak berwenang untuk melakukan evakuasi korban.
3. BENCANA GUNUNG MELETUS 
Menghadapi ancaman letusan gunungapi, Anda memiliki lebih banyak waktu karena aktivitas letusan mengalami proses yang dapat dideteksi oleh para ahli dan pihak berwenang. Masyarakat yang hidup di sekitar gunungapi aktif mungkin akan melihat pergerakan binatang-binatang yang menjauh karena suhu yang memanas, getaran gempa, maupun bau sulfur.

cradit image: http://notskylight.blogspot.com

Apa yang dilakukan sebelum terjadi letusan gunungapi
  1. Memperhatikan arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait dengan perkembangan aktivitas gunungapi.
  2. Persiapkan masker dan kacamata pelindung untuk mengantisipasi debu vulkanik.
  3. Mengetahui jalur evakuasi dan shelter yang telah disiapkan oleh pihak berwenang.
  4. Mempersiapkan skenario evakuasi lain apabila dampak letusan meluas di luar prediksi ahli.
  5. Persiapkan dukungan logistik:
  • Makanan siap saji dan minuman
  • Lampu senter dan baterai cadangan
  • Uang tunai secukupnya
  • Obat-obatan khusus sesuai pemakai
Apa yang dilakukan pada saat terjadi letusan gunungapi
  1. Pastikan anda sudah berada di shelter atau tempat lain yang aman dari dampak letusan.
  2. Gunakan masker dan kacamata pelindung
  3. Selalu memperhatikan arahan dari pihak berwenang selama berada di shelter.
Apa yang dilakukan sesudah terjadi letusan gunung
  1. Apabila Anda dan keluarga harus tinggal lebih lama di shelter, pastikan kebutuhan dasar terpenuhi dan pendampingan khusus bagi anak-anak dan remaja diberikan. Dukungan orangtua yang bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan dalam pendampingan anak-anak dan remaja sangat penting untuk mengurangi stres atau ketertekanan selama di shelter.
  2. Tetap gunakan masker dan kacamata pelindung ketika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik.
  3. Memperhatikan perkembangan informasi dari pihak berwenang melalui radio atau pengumuman dari pihak berwenang.
  4. Waspada terhadap kemungkinan bahaya kedua atau secondary hazard berupa banjir lahar dingin. Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi dan menghanyutkan material vulkanik maupun reruntuhan kayu atau apapun sepanjang sungai dari hilir ke hulu. Perhatikan bentangan kiri dan kanan dari titik sungai mengantisipasi luapan banjir lahar dingin.

4. BENCANA TZUNAMI
Tsunami merupakan gelombang air laut besar yang dipicu oleh pusaran air bawah laut karena pergeseran lempeng, tanah longsor, erupsi gunungapi, dan jatuhnya meteor. Tsunami dapat bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan dapat mencapai daratan dengan ketinggian gelombang hingga 30 meter.

image by: www.beritasatu.com

Cara Deteksi Tzunami Sejak Dini
  1. Lihat posisi gempa, jika terjadi dipermukaan laut maka akan lebih berisiko terjadi tsunami.
  2. Lihat kekuatan gempa semakin besar maka kemungkinan terjadi tsunami pun akan semakin besar, Namun ini tidak mutlak.
  3. Terjadinya surut air laut yang mendadak setelah gempa.
  4. Hewan bertingkah aneh, sebenarnya ini belum terbukti namun banyak yang mengemukakan perihal teori ini.
Apa yang dilakukan sebelum dan pada saat terjadi tsunami
  1. Nyalakan radio untuk mengetahui apakah tsunami terjadi setelah adanya gempabumi di sekitar wilayah pantai.
  2. Cepat bergerak ke arah daratan yang lebih tinggi dan tinggal di sana sementara waktu.
  3. Jauhi pantai. Jangan pernah menuju ke pantai untuk melihat datangnya tsunami. Apabila Anda dapat melihat gelombang, anda berada terlalu dekat. Segera menjauh.
  4. Waspada- apabila terjadi air surut, jauhi pinggir pantai. Ini merupakan salah satu peringatan tsunami dan harus diperhatikan.
Apa yang dilakukan setelah terjadi tsunami
  1. Jauhi area yang tergenang dan rusak sampai ada informasi aman dari pihak berwenang.
  2. Jauhi reruntuhan di dalam air. Hal ini sangat berpengaruh terhadap keamanan perahu penyelamat dan orang-orang di sekitar.
  3. Utamakan keselamatan dan bukan barang-barang Anda.
5. BENCANA GEMPA BUMI
Bencana ini bersifat tidak dapat diprediksi kapan terjadinya. Gempabumi dapat menimbulkan dampak korban jiwa, luka, maupun kerusakan infrastruktur yang sangat signifikan. Kita harus belajar dari kejadian gempabumi yang terjadi di Yogyakarta (2006) dan Padang (2009). Mengidentifikasi potensi bahaya dan perencanaan yang berstandar aman dapat menyelamatkan jiwa dan mengurangi korban luka maupun kerusakan infrastruktur.

Image by:  www.astroawani.com

A) Apa yang dilakukan sebelum terjadi gempa bumi
Kita tidak dapat mengetahui kapan gempa akan terjadi sehingga persiapan menjadi sangat penting untuk menyelamatan jiwa, mengurangi korban luka, maupun kerusakan infrasturktur. Ada 6 langkah untuk persiapan.

1. Cek potensi bahaya di rumah
  • Lekatkan lemari secara aman pada dinding
  • Tempatkan barang besar dan berat ada bagian bawah lemari
  • Letakkan barang pecah belah pada bagian yang lebih rendah dan di bagian tertututp
  • Gantungkan barang yang berat seperti pigura foto atau cermin, jauh dari tempat tidur, sofa, ataupun tempat di mana orang duduk
  • Pastikan lampu langit-langit terpasang dengan kuat
  • Perbaiki apabila terjadi kerusakan pada jaringan listrik atau gas.
  • Amankan pemanas air dengan terpasang dengan baik pada dinding.
  • Perbaiki keretakan pada langit-langit atau fondasi. Konsultasikan dengan ahli bangunan apabila membutuhkan informasi mengenai struktur bangunan yang kurang kuat.
  • Tempatkan bahan-bahan yang mudah terbakar dalam lemari tertutup dan letakkan paling bawah.
2. Identifikasi tempat aman di dalam dan luar rumah
  • Di bawah perabot yang kuat, seperti meja dan kursi
  • Merapat pada dinding, seperti berdiri pada siku bangunan
  • Menjauh dari kaca atau cermin atau pun barang-barang berat yang berpotensi jatuh
  • Di luar rumah, jauhi bangunan, pohon, dan jaringan telepon atau listrik, atau bangunan yang mungkin runtuh
3. Bekali pengetahuan diri sendiri dan anggota keluarga
  • Memiliki daftar kontak yang dibutuhkan, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi, kabupaten, kota, TNI, Polisi, rumah sakit, PMI, atau pun dinas pemadam kebakaran.
  • Bekali anak-anak bagaimana dan kapan harus menghubungi pihak-pihak di atas, dan mencari stasiun radio untuk mencari informasi darurat
  • Bekali semua anggota keluarga bagaimana dan kapan harus mematikan gas, listrik, dan air.
4. Siapkan dukungan logistik darurat
  • Lampu senter dan baterai cadangan
  • Radio dengan baterai
  • Perlengkapan PPPK dan panduannya
  • Makanan siap saji dan minuman (perhatikan masa berlakunya)
  • Obat-obatan khusus disesuaikan dengan kebutuhan pemakai
  • Uang secukupnya
  • Sepatu khusus
5. Merencanakan mekanisme komunikasi darurat
  • Pada kasus apabila anggota keluarga terpisah pada saat bencana, rencanakan cara untuk mengumpulkan anggota keluarga setelah bencana.
  • Menanyakan kepada saudara atau teman yang berlokasi di luar area tempat tinggal kita untuk bersedia sebagai penghubung keluarga.
6. Bantu komunitas untuk siap siaga
  • Bekerja sama dengan media lokal untuk membuat kolom khusus terkait informasi respon darurat setelah bencana. Disebutkan juga pada kolom tersebut nomor telepon BPBD, instansi pemerintah terkait, rumah sakit, dan PMI.
  • Kenali bersama keluarga mengenai potensi bencana yang ada di sekitar rumah
  • Bekerja sama dengan BPBD, PMI, atau pihak terkait lainnya untuk menyiapkan laporan khusus bagi masyarakat dengan mobility impairment pada apa yang akan kita lakukan selama gempabumi
  • Melakukan simulasi evakuasi sederhana di rumah
  • Mencari informasi dari pihak terkait tentang pemutusan listrik dan air pada saat bencana
  • Bekerja sama dengan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan tentang building code, retrofitting program, ancaman bahaya, dan rencana yang disusun oleh keluarga pada saat keadaan darurat
B) Apa yang dilakukan pada saat bencana
Tetap berada di tempat yang menurut Anda aman selama terjadi gempa. Waspadai gempa susulan yang terkadang guncangannya lebih kuat. Perhatikan langkah Anda ke tempat aman lain dan tetap berada di sekitar tempat itu sampai guncangan berhenti dan Anda dapat keluar dengan aman.

Ketika di dalam ruangan
  1. Merunduk hingga menyentuh lantai; cari perlindungan di bawah meja atau perabot lain yang kuat; dan tunggu hingga guncangan berhenti. Apabila tidak ada meja atau perabot untuk berlindung, lindungi kepala anda dengan lengan kemudian merayap menuju ruangan.
  2. Jauhi gelas, jendela, atau apa pun yang mungkin memjatuhi Anda.
  3. Tetap di tempat tidur apabila terjadi gempa, lindungi kepala Anda dengan bantal. Apabila ada kemungkinan benda berat akan menimpa Anda, segera menuju ke sisi terdekat yang aman.
  4. Tetap di dalam ruang hingga guncangan berhenti, dan keluarlah ketika sudah aman. Penelitian menunjukkan bahwa banyak orang terluka karena mereka berusaha untuk menuju ke lokasi yang berbeda atau berusaha ke luar bangunan.
  5. Waspadai segala kemungkinan yang timbul akibat arus pendek.
  6. JANGAN menggunakan lift.
Ketika di luar ruangan
  1. Tetaplah di luar
  2. Jauhi dari gedung, lampu jalan, atau jaringan berkabel.
  3. Ketika di luar, tetaplah di luar hingga guncangan berhenti. Bahaya paling besar berada langsung di luar bangunan; pada pintu keluar, exterior sepanjang dinding luar.
Jika Di dalam kendaran
  1. Menepi dan berhenti segera. Tetap tinggal di dalam kendaraan. Hindari berhenti di dekat atau di bawah bangunan, pohon, jembatan, atau pun jaringan berkabel.
  2. Lanjutkan berkendara setelah gempa berhenti. Hindari jalan, jembatan, atau halangan yang telah rusak akibat gempa.
Ketika terjebak di dalam reruntuhan
  1. Jangan menyalakan api
  2. Jangan bergerak atau apa pun yang menimbulkan debu
  3. Tutupi mulut Anda dengan sapu tangan atau kain
  4. Munculkan suara pada pipa atau dinding sehingga tim SAR dapat mencari posisi Anda. Gunakan peluit apabila tersedia. Berteriak adalah jalan terakhir yang dapat dilakukan, tapi hal ini dapat menyebabkan akan menghirup debu.
C) Apa yang dilakukan setelah terjadi bencana
  1. Siaga kemungkinan yang terjadi setelah gempa. Gelombang guncangan kedua biasanya kurang mematikan tetapi dapat lebih kuat untuk memberikan kerusakan tambahan hingga memperlemah struktur bangunan dan dapat terjadi pada satu jam pertama, beberapa hari, minggu, bahwa bulan setelah gempa.
  2. Dengarkan radio atau televisi yang bisa diakses. Perhatikan informasi terkini terkait respon darurat.
  3. Gunakan telpon untuk panggilan darurat
  4. Buka laci lemari secara hati-hati. Waspadai benda-benda yang dapat menjatuhi Anda.
  5. Jauhi area yang hancur. Jauhi area yang hancur kecuali memang kehadiran Anda dibutuhkan oleh pihak berwenang, seperti kepolisian, pemadam kebakaran, atau tim SAR. Kembalilah ke rumah apabila pihak berwenang mengatakan bahwa kondisi telah aman.
  6. Bantu korban luka atau yang terjebak. Ingat untuk selalu membantu tetangga atau siapa pun yang membutuhkan pertolongan khusus seperti anak-anak, orang tua, atau orang cacat. Berikan pertolongan pertama secara tepat. Jangan pindahkan korban yang terluka serius untuk menghindari luka yang lebih parah. Carilah bantuan kepada tim medis yang lebih ahli.
  7. Bersihkan cairan yang berbahaya. Tinggalkan lokasi yang berbau cairan berbahaya seperti gas atau cairan kimia.
  • Periksa beberapa peralatan.
  • Periksa apabila terjadi kebocoran gas. Jika tercium bau gas, segera buka jendela dan segera keluar bangunan.
  • Periksa kerusakan listrik. Apabila ditemukan jaringan kabel yang rusak dan tercium bau panas listrik, segera matikan listrik.
  • Periksa kerusakan tempat pembuangan kotoran dan saluran pipa. Apabila terjadi kerusakan pada tempat pembuangan kotoran dan saluran pipa, hindari penggunaan toilet dan panggil tukang di bidangnya. Hubungi instansi yang berwenang untuk antispasi pencemaran air yang lebih luas.
BACA JUGA: PERTANYAAN DAN KELUHAN MASALAH PLN SERTA JAWABANYA  (Dugaan yang keliru memahami KWH sebagai rupiah)

Begitulah hal yang sangant penting yang harus dilakukan sebelum dan Saat Terjadi  Juga setelah terjadi bencana alam Gempa bumi, Banjir, Tanah Longsor, Tzunami serta Gunung Meletus. Jadikan ini sebagai panduan anda, silakan di bookmark pada browser anda sehingga apabila sewaktu waktu bencana bencana alam ini terjadi tinggal dibuka saja situs ini. Walaupun semuanya telah di atur oleh Tuhan sesuatu yang akan terjadi maka terjadilah, tapi setidaknya kita sudah siap mental, menghadapi bencana alam yang dahsyat ini. Jangan lupa di share yaa...

Sumber: layanan publik indonesia

Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Saturday, November 21, 2015

4 komentar:

  1. Tentunya setiap bencana ada langkah mitigasi yang dilakukan, maka dari itu edukasi kepada masyarakat di kawasan rawan bencana sangat penting, terlebih tsunami dan longsor
    http://act.id/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali kang alifan, edukasi didaerah rawan becana wajib dilakukan ini untuk meminimalisir korban becana...

      Delete
  2. Terjadinya bencana karena faktor alam, Tuhan dan manusia yang sulit dilawan, yang terbaik adalah belajar penanggulangan dan menjaga lingkungan supaya tidak merusak ekosistem yang bisa memicu terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terjadinya bencana karena faktor alam, Tuhan dan manusia yang sulit dilawan, yang terbaik adalah belajar penanggulangan dan menjaga lingkungan supaya tidak merusak ekosistem yang bisa memicu terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor (Aksi Cepat Tanggap : http://blog.act.id/

      Delete

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top