Home » » MEMBENTAK PADA ANAK "AKAN ADA 1 MILYAR SEL OTAK YANG RUSAK"

MEMBENTAK PADA ANAK "AKAN ADA 1 MILYAR SEL OTAK YANG RUSAK"

Seri Pendidikan  - Apa akibatanya jika anda sering membentak anak? - Mendidik anak memang sangat sulit jika kita sendiri tidak membekali ilmunya dan jika kita sebagai orang tua ninim pendidikan. Banyak orang tua tidak memahami dunia anak padahal mereka pernah melewati dunia anak, saat anda kesal dengan kebiasaan anak coba bayangkan saat anda seusia anak yang sedang anda hadapi, tentuya kita akan memahami suasana dan kondisi seperti ini dengan demikian anda akan berusaha menahan diri untuk membentak. Membentak anak sebagian orang mungkin sudah biasa, karena tidak tau dari akibat membentak ini. Saya sendiri jika kesel dengan kelakuan anak inginya membentak dan cubit pantatnya atau menampar pipinya tapi saya sendiri berpikir dari efek yang akan saya perbuat sehingga tidak jadi dan memilih untuk didiamkan saja.

Efek dari keseringan membetak ini anak cenderung jadi takut sama orangtuanya dan akhirnya malah menciptakan ketidakpercayaan dan anak-anak juga bisa memberontak.  Menurut Dr Laura Markham, anak yang sering dibentak cenderung menutup diri secara emosional, dan sering mencari dukungan dari orang lain, misalnya teman-temannya. Akibatnya ketika remaja sampai dewasa, hubungan antara orangtua dan anak jadi tidak sehat. sebenarnya bayak yang kita ambil pelajaran dari keluarga kita saat kita kecil masih ikut orang tua, saat bapak kita memarahi dan membentak atau memukul, bayangkan saat itu perasaan kita pasti ingin berontak dan berani melawan, kalaupun tidak melawan biasanya akan kita pendam dalam hati sehingga menjadi dendam yang berkepanjangan hingga kita dewasa.

Credit image: http://news.asiaone.com

Bentakan adalah salah satu bentuk gelombang suara, kalau disertai sama gelombang emosi yang dihasilkan sama otak kiri akan berkolaborasi menciptakan gelombang dengan efek negatif. Efek negatif ini bersifat destruktif sama sel otak, apalagi buat anak-anak yang sering jadi sasaran amarah dan bentakan itu. Lalu apa saja akibat dari Membentak ini? sungguh luar biasa efeknya...

Akibat Sering Membetak Anak

2. Saat Bentakan Terjadi, Ada Satu Milyar sel Otak Anak yang Rusak
Kalau pas lagi dibentak aja sudah ada satu milyar otak yang rusak, kebayang nggak kalau terus-terusan dibentak sampe dewasa? Dampak jangka panjang anak-anak yang dari kecil sering dibentak itu banyak banget. Mulai dari tumbuh jadi anak yang minderan dan takut mencoba hal baru, gampang ragu-ragu dan nggak punya rasa percaya diri, suka marah dan cenderung egois. Anak jadi punya sifat suka menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat orang tua, pendendam, sifatnya tertutup dan apatis alias nggak peduli sama lingkungan.

2. Kekerasan Verbal Orangtua Akhirnya Merusak Otak Anak yang Sebenernya Lagi Berkembang
Menurut Profesor Psikiatri di Harvard Medical School, Martin Teicher, Ketika orangtua berteriak dan membentak anaknya bakal terjadi kerusakan struktur otak anak. Tahu nggak, di otak anak-anak yang sering dibentak, saluran penghubung antara otak kanan dengan otak kirinya jadi lebih kecil. Hal ini bisa mempengaruhi area otak yang berhubungan sama emosi dan perhatian. Perubahan struktur otak ini juga akan berpengaruh sampai dewasa dan menyebabkan kecemasan, depresi, gangguan kepribadian, resiko bunuh diri sampai aktivitas otak yang mirip epilepsi.

Penelitian ini juga didukung sama  Lise Gliot dari Fakultas Kedokteran Chicago. Hasil penelitian Lisa menunjukkan kalau anak yang sering dimarahin dan dibentak, struktur otaknya bisa terganggu. Anak yang masih berada di usia emas (Golden Age) sekitar usia 2-3 tahun, otaknya masih dalam masa pertumbuhan. Kalau di awal tahun pertama kehidupannya sering dibentak, bisa menggugurkan sel otak anak yang sedang tumbuh.

3. Segala Bentuk Bentakan, Cacian dan Teriakan Itu Termasuk Dalam Kategori Kekerasan Verbal dan Emosional Pada Anak
Selama ini banyak orang menyangka kalau kekerasan itu yang menyangkut fisik dan kelihatan kasat mata. Misalnya muka pada bonyok abis ditonjokin preman se-kompi. Tapi banyak yang masih belum sadar kalau bentakan, teriakan sampai cacian itu juga termasuk kekerasan verbal dan emosional. Bedanya sama kekerasan fisik itu, kalau badan memar kan bisa sembuh tapi kalau kekerasan verbal, luka emosionalnya nggak bakal hilang. Makanya kalau anak-anak dari kecil udah sering dibentak, efeknya bakal kelihatan sampai dewasa.

4. Anak yang sering Dibentak Cenderung Keras Kepala Dan Temperamental
Anak yang kebiasaan dibentak juga bakal punya temperamental yang tinggi sama kayak orangtuanya yang suka marah-marah sampai membentak. Kalau orangtua nggak segera menghentikan kebiasaannya membentak anak, nggak cuma berimbas sama psikologis dan perkembangan anak aja, kedepannya anak juga bakal mengalami kesulitan dalam berpikir jernih dan nggak tangkas.

Solusi Terbaik

1. Bicara Baik Baik Dengan Posisi Tubuh Yang Benar
Sebenarnya Memberi hukuman sama anak itu nggak harus lewat bentakan atau amarah. Ketika anak-anak bersikap yang nggak seharusnya, yang pertama kali dilakukan orangtua adalah ajarkan bagaimana seharusnya dia bersikap dengan baik. Posisikan tubuh sejajar dengan anak dan tatap matanya sambil bicara baik-baik kalau yang dia lakukan keliru dan harus diperbaiki. Cara ini lebih baik dan lebih mengena pada anak dibandingkan teriak-teriak sambil membentak anak.

3. Beri Hukuaman Yang Tidak Menyakiti
Kalau cara pertama tidak berhasil dan anak jadi makin berulah, orangtua terpaksa harus ngasih hukuman. Hukumannya dengan meminta anak duduk di pojokan selama beberapa menit. Gunanya untuk menurunkan emosi orangtua dan anak sendiri. Setelah itu baru ngomong baik-baik sama anak
dengan kepala dingin, jangan lupa untuk selalu kasihtau kalau apa yang orangtua lakukan itu untuk kebaikannya juga.

Baca juga: TIPS MENGAJARI ANAK SHOLAT SESUAI TINGKATAN UMUR

4. Beri Peringatan Dengan Hitungan
Orangtua juga bisa memberi peringatan sampai tiga kali bagaimana seharusnya anak bersikap. Menurut hasil penelitian, seseorang bakal menanggapi serius peringatan kalau disampaikan minimal tiga kali. Ketika anak lagi berulah, orangtua juga harus tanya alasannya. Selain jadi tahu penyebabnya, anak-anak juga merasa dihargai dan didengarkan pendapatnya.

Begitulah akibatnya jika anda sering membentak anak yang akan merusak struktur sel pada otak, anak akan cenderung jadi pemberontak,pendendam, tertutup, rendah diri, merusak kereatifitas anak sehingga tidak mau mencoba hal hal baru, akhirnya anda sendirilah sebagai ayah atau ibu yang rugi...

Kontributor: Dira Elita - http://www.radarpekalongan.com/
Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Thursday, November 19, 2015

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top