Home » » UPDATE SYARAT DAN PROSEDUR MEMBUAT AKTE KEMATIAN "GRATIS...!!"

UPDATE SYARAT DAN PROSEDUR MEMBUAT AKTE KEMATIAN "GRATIS...!!"

Info Publik - Bagaimana prosedur pembuatan akte kematian? Dan apa saja syaratnya? - Setiap ada bayi yang lahir orang tua wajib membuatkan akte kelahiran begitu juga jika ada anggota keluarga yang meninggal angota keluarga yang lain juga wajib membuatkan akte kamatian. Apa tujuan-nya membuat akte kematian ini? salah satunya adalah untuk mencagah data data almarhum di salah gunakan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab. Apa manfaatnya Surat Kematian ini? banyak manfaatnya, antara lain untuk mengurus penetapan ahli waris, mengurus pensiunan janda/duda, mengurus klaim asuransi, dan juga persyaratan untuk melaksanakan perkawinan kembali bagi pasangan hidupnya yang telah ditinggalkan.

Penduduk tersebut akan dihapuskan dari Kartu Keluarga dan Nomor Induk Kependudukan, Selain akta kematian, kartu keluarga yang baru juga akan diterbitkan sebagai hasil dari pelaporan. Untuk mengurus akte/surat kematian ini anda bisa langsung kekantor kelurahan setempat, jangan khwatir gak ada biayanya kok alias gratis. Untuk waktunya paling lambat salama 30 hari sejak almarhum meninggal dunia, lamanya pengurusan 1 hari juga bisa langsung di proses. Untuk syarat dan prosedurnya silakan baca selengkapnya dibawah ini...


A. Pencatatan Kematian bagi WNI

1. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam Pencatatan Kematian bagi WNI adalah:
  1. Surat Kematian (visum) dari dokter/petugas kesehatan
  2. Surat Keterangan Kematian dari Kepala Desa/Kelurahan
  3. KK dan KTP yang bersangkutan
  4. Akta Kelahiran yang meninggal
  5. Surat Ganti Nama dari pengadilan apabila yang bersangkutan telah ganti nama
  6. Pencatatan kematian yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun sejak tanggal kematian, pencatatan dilaksanakan setelah mendapatkan izin atasan Pejabat Pencatatan Sipil
  7. Pencatatan Kematian yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun, dilaksanakan berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri.

2. Prosedur pelayanan Pencatatan Kematian bagi WNI adalah sebagai berikut:
  1. Petugas Desa/Kelurahan mengisi dan menandatangani Surat Keterangan Kematian dalam formulir model trifikat
  2. Pemohon mengisi formulir yang telah disediakan dengan melampirkan persyaratan lengkap beserta fotokopinya dan menandatangani buku register
  3. Petugas loket melakukan verifikasi dan validasi atas isian formulir dan persyaratan, mencatat dalam registrasi Akta Kematian dan menerbitkan kutipan Akta Kematian
  4. Petugas pada Instansi Pelaksana melakukan proses pencatatan, penerbitan dan selanjutnya diteliti dan diparaf oleh pejabat teknis di Bidang Pencatatan Sipil kemudian penandatanganan register dengan kutipan Akta oleh Kepala Instansi Pelaksana
  5. Proses pembuatan Pencatatan kematian paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah persyaratan dinyatakan lengkap

B. Pencatatan Kematian Bagi WNI yang Kematiannya terjadi diluar Tempat Domisili

1. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam Pencatatan Kematian adalah:
  1. Surat Kematian (visum) dari dokter/petugas kesehatan
  2. KK dan KTP yang bersangkutan
  3. Akta Kelahiran yang meninggal
  4. Kutipan Akta Nikah/Surat nikah, bagi yang meninggal dengan status menikah
  5. Surat Ganti Nama dari pengadilan, apabila yang bersangkutan telah ganti nama
  6. Foto copy KTP pemohon 2(dua) orang saksi kematian
  7. Pencatatan kematian yang melampaui batas waktu 60(enam puluh) hari sampai dengan 1(satu) tahun sejak tanggal kematian, pencatatan dilaksanakan setelah mendapatkan izin atasan Pejabat Pencatatan sipil
  8. Pencatatan Kematian yang melampaui batas waktu 1(satu) tahun, dilaksanakan berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri

2. Prosedur pelayanan Pencatatan Kematian bagi WNI adalah sebagai berikut:
  1. Pemohon mengisi formulir dengan melampirkan persyaratan lengkap
  2. Petugas melakukan verifikasi dan validasi atas isian formulir dan persyaratan kemudian mencatat dalam registrasi Akta Kematian
  3. Petugas melakukan proses pencatatan, penerbitan dan selanjutnya penandatanganan register dan kutipan Akta oleh Kepala Instansi Pelaksana
  4. Petugas memberitahukan unit kerja yang mengelola pencatatan sipil di Kabupaten/Kota tempat domisili yang bersangkutan tentang pencatatan yang bersangkutan
  5. Proses pembuatan Pencatatan Kematian paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah persyaratan dinyatakan lengkap

C. Pencatatan kematian bagi WNA

1. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam Pencatatan Kematian adalah:
  1. Surat Kematian (visum) dari dokter/petugas kesehatan
  2. Surat Kematian dari Desa/Kelurahan
  3. Akta Kelahiran yang meninggal
  4. KK dan KTP yang bersangkutan bagi WNA yang berstatus tinggal tetap
  5. SKTT yang bersangkutan bagi WNA yang berstatus tinggal tetap
  6. Dokumen imigrasi yang bersangkutan bagi WNA dengan izin singgah atau visa kunjungan
  7. Kutipan Akta Nikah/Surat Nikah bagi yang meninggal dengan status menikah
  8. Pencatatan Kematian yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun sejak tanggal kematian , Pencatatan dilaksanakan setelah mendapatkan izin atasan Pejabat Pencatatan Sipil
  9. Pencatatan Kematian yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun sejak tanggal kematian , Pencatatan dilaksanakan setelah mendapatkan izin atasan Pejabat Pencatatan Sipil

2. Prosedur pelayanan Pencatatan Kematian adalah sebagai berikut:
  1. Pemohon mengisi formulir dengan melampirkan persyaratan lengkap
  2. Petugas melakukan verifikasi dan validasi atas isian formulir dan persyaratan dan mencatat dalam register Akta Kematian;
  3. Petugas melakukan proses pencatatan, penerbitan kemudian diteliti dan diparaf oleh Pejabat Teknis pada Bidang Pencatatan Sipil selanjutnya penandatangan register dan kutipan akta oleh Kepala Instansi Pelaksana
  4. Proses Pencatatan Kematian paling lambat 3 (tiga) hari kerja setelah persyaratan dinyatakan lengkap
Baca juga: UPDATE SYARAT MEMBUAT AKTE KELAHIRAN BARU "GRATIS...!!!"

Itulah Syarat dan Prosedur pembuatan Akte/Surat Kematian, Artikel ini kami kutip dari sirus resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bandung dan pastinya ini sudah standar aturan dari pemerintah


Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Tuesday, December 29, 2015

4 komentar:

  1. ibu saya meninggal, tetapi tidak mempunyai akta kelahiran... apakah ada solusi nya ???

    ReplyDelete
  2. Yang penting bawa KTP dan surat nikah almarhumah, bilang saja ibu saya sejak lahir tidak punya akte kelahiran, dulu bapak saya juga begitu

    ReplyDelete
  3. Kakek saya tidak ada buku nikah apa bisa buat akte kematian ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika meninggal statusnya menikah pasti punya buku nukah mas, tapi kalau nggak punya nggak apa apa bawa persyaratan yang lain yang tercantum diatas itu

      Delete

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top