follow us

NIH...!!! JAWABAN KENAPA UJIAN PRAKTEK SIM C HARUS MELINTASI ZIG ZAG, 8, U

Ujian Praktek SIM CKenapa ujian praktek membuat SIM C harus zig zag, Megitari lintasan angka 8 dan belokan U - Masih sambungan artikel yang sudah saya tulis pada halaman sebelumnya yaitu "BIKIN SIM C Rp100rb BERAPA KALAU NEMBAK...?" yang menjadi pertanyaan antara peserta ujian praktek SIM C yang merasa tidak sesuai dengan apa yang ada dilapangan bahkan tidak relevan dengan kenyataan yang ada dan polisi yang bertugas memberikan materi ujian. Pada umumnya peserta ujian akan melintasi jalan yang dibuat zig zag, angka 8 dan belokan menyerupai huruf U, dengan ketentuan jika kaki menginjak lantai berarti gagal, motor menyenggol pembatas (patok) berati gagal. Hal ini membuat peserta selalu gagal dan harus mengulangi sesuai tahapan yang gagal tadi pada pertemuan berikutnya yaitu sekitar 2 minggu.

Dengan adanya sistem ujian praktek seperti itu para peserta yang gagal terpaksa harus sabar dan bahkan merasa dipersulit sehingga mereka akan berfikir untuk menempuh jalan pintas yaitu dengan nembak agar bisa selesai hari itu juga, meraka juga memperhitungkan waktu dan biaya untuk balik ke kantor Polres pembuatan SIM C mau berapa kali mengulang sehingga bisa lulus? karena alasan inilah para Calo tetap dibutuhkan, walaupun sebenarnya Calo-nya orang dalem juga.


Lalu kenapa para peserta ujian praktek pembuatan SIM C wajib mengikuti sistem zig zag, angak 8 dan belokan U kenapa gak langsung kelapangan saja agar sesuai dengan materi ujian teori? atau diganti saja cara seperti itu? menjawab pertanyaan ini saya mendapatkan sumbernya langsung dari Korps Lalu Lintas (Kepolisian Republik Indonesia) 

"secara umum Materi Uji Praktek yang diberikan kepada para pemohon SIM, khususnya SIM C sudah dirancang dengan baik demi kemahiran dan ketangkasan para pengendara motor di jalan raya. Adapun dapat kami sebutkan materi uji praktek SIM C:

1. Uji Keseimbangan.
Materi ini melatih agar pengendara dapat berjalan lurus dengan baik dan tidak jatuh saat melintas dijalur yg sempit.
2. Uji Slalom (Zig zag)
Materi ini untuk melatih agar pengendara dapat bergerak secara zig-zag dengan baik.
3. Uji membentuk angka 8.
Materi ini untuk melatih pengendara agar dapat berjalan tanpa berhenti saat melintasi jalur yang berbelok-belok. mungkin materi ini yang paling sulit, namun bila dilatih dengan baik akan mudah.
4. Uji reaksi.
Materi ini melatih reaksi pengendara untuk berbelok bila didepan melihat atau menghadapi situasi darurat, misalnya ada kecelakaan atau jalan berlubang.
5. Uji berbalik arah (U turn).
Materi ini untuk melatih pengendara agar dapat berputar balik tanpa harus berhenti dan menurunkan kaki.

Semua materi diatas tidak akan sulit bila para pemohon SIM C berlatih dengan baik dilingkungan rumahnya sebelum melaksanakan ujian praktek. Seperti kata pepatah: "Ala Bisa karena Biasa".


Itulah jawaban dari Kepolisisn Republik Indonesia, dengan alasan seperti itu sepertinya masuk akal juga dan sepertinya pihak kepolisian tidak akan merubahnya. Menurut saya pribadi sebaiknya dirubah sesuai apa yang ada di materi ujian teori, dengan kata lain apa yang sudah dikerjakan pada ujian teori lalu langsung dipraktekan, apa yang sudah dijawab pada ujian teori apakah sesui pada prakteknya begitu...

reverensi: www.lapor.go.id

You Might Also Like: