Home » » JANGAN PUSING SOAL REZEKI ( KISAH PRIBADI )

JANGAN PUSING SOAL REZEKI ( KISAH PRIBADI )

Kisah Inspirasi - Nasihat Untuk Para Pengangguran Sedangkan Ia Mampu Melangkah & Mempunyai Kekuatan Fisik - Kenapa Anda Pusing Memikirkan Rezeki Yang Tak Kunjung Datang? - Setiap makhluk yang di Ciptakan Allah, ia hidup dan melata  di muka bumi sesungguhnya sudah di sediakan olehNya. Kita saja yang tidak mau manyambutnya, kita sudah di bekali akal untuk menemukan cara dan kekuatan fisik untuk bergerak dan menyambutnya, lalu kenapa anda diam saja? Untuk anda yang tidak berpendidikan tinggi, gunakanlah fisik anda untuk menyambut rezeki itu dengan berdagang, ingat Nabi kita Muhammad (semoga keselamatan dan kesejahteraan untuk beliau dan keluarganya) adalah orang yang tidak bisa membaca dan menulis, hanya bermodal kejujuran tapi bisa sukses dalam perdagangan-nya hingga dipercaya Nyoya kaya yaitu Khatijah yang kemudian manjadi istri pertama beliau.

Untuk anda yang berpendidikan tinggi, punya ijasah minimal SMA bahkan bisa menamatkan kuliah, kenapa hanya diam saja? guakanlah ilmumu itu. Jangan malu & gengsi, dengan awal yang susah payah itu adalah langkah awal anda menuju kesuksesan, dengan awal yang susah payah orang lain akan menghargai kesungguhan anda, bukan karena jasa atau barang yang anda tawarkan sehingga orang lain mau menerima atau mambeli, tetapi karena kesungguhan anda-lah orang lain mau menghargai anda dan akhirnya mau membeli atau memakai jasa anda

(Berjualan ngider) 

Saya sendiri sebagai penulis, awalnya juga seperti anda tidak berpenghasilan. Masih beruntung anda belum menikah memiliki anak, sehingga banyak waktu luang untuk belajar dan bertindak. Saya bangkit ketika sudah menikah dan memiliki 1 anak, selama kurang lebih 6 tahun setelah menikah kebutuhan ekonomi istrilah yang mencukupi karena bekerja sebagai buruh pabrik dan itu pas pas-an saja.

Saya sendiri kesan kemari berjualan makanan anak anak dengan mengendarai motor butut dan itupun saya mendapatkan sisa waktu dari istri ketika dia dirumah, karena ketika ia bekerja saya mengasuh anak. dan modalnya dari bank semacam KUR gitu karena alasanya untuk membuka usaha. Dengan jaminan sertifikat rumah (rumah orang tua)

Penghasilan saya bejualan itu ternyata tidak bisa menutupi kebutuhan bahkan selalu tekor, karena hasil keutungan itu harus di putar kembali untuk membeli barang sebagai stok untuk hari esok. Entah kemana itu keuntungan? mungkin habis untuk kebutuhan yang langsung dimakan, jadi tidak terlihat keuntungan-nya.

(Belajar nge-blog)

Suatu ketika keadaan saya semakin parah, ketika gemar bermain game bola (PES) dengan uang dari penjualan, saya belikan komputer sehingga puas main game Pes 2014. Ketika istri bekerja saya asik main game bola dari pagi hingga sore disela sela tugas mengasuh anak. Bahkan ketika malam istri sudah dirumah saya start lagi itu komputer dan pengang stick untuk memainkan game bola.

Karena asik main game terus, akhirnya saya bokek gak punya uang sama sekali dan malu kepada istri. Lalu otak saya mulai berpikir normal bagaimana caranya bisa mendapatkan uang seperti orang orang di internet itu? (bisnis online), akankah istri saya bekerja sebagai buruh pabrik sampai tua? Apakah keadaanku akan seperti ini terus?

Mungkin anda bertanya kenapa bukan kamu saja yang bekerja di pabrik? saya lulusan SMA, terus terang saya juga pernah bekerja dipabrik, tetapi tipe saya itu orangnya gak mau di perintah orang kesana kemari, jujur saja saya akan bingung jika diperintah orang, pusing jika mau menuruti keinginan atasan yang harus memakai prosedur aturan perusahaan. Apa lagi kalau hasil pekerjaan saya sudah salah.

Suatu ketika saya membaca artikel cara mendapatkan gaji dari menulis di Internet, perlu anda ketahui sewaktu aku masih bujangan gemar sekali menulis buku harian, hmm...seperti cewek saja menulis buku harian, mulai kegiatan pagi apa yang saya lakukan hingga malam lagi saya tulis. Cerita kehidupan sehari hari di perantauan hingga kisah asmara saya tulis rapi di buku harian. Menulis di buku harian ini terhenti ketika pulang dari perantauan dan menetap di kampung halaman.

(Diterima Google Adsense)

Dari hobi menulis dan mengarang inilah saya mulai belajar membuat website yang saya baca dari internet yang nantinya menjadi tempat saya mengeluarkan ide yang bermanfaat untuk orang lain. Sekarang sudah banyak tutorial membuat blog hingga menghasilkan uang. Semua saya pelajari sendiri tanpa kursus, untuk biaya membeli modem dan kuota internet minta dari istri, saya berjanji kasih saya waktu 3 bulan saja, nanti akan saya ganti itu uang.

Dengan proses yang kerja keras saya mulai menulis pada blog ini dan beberapa blog turunan yang membahas 1 topik. Alhamdulillah dari beberapa blog ini saya daftarkan ke Google Adsense yang diterima hanya 1 yaitu blog tentang kesehatan dengan domain gratisan yaitu .TK  sehingga non hosted full approve. Dan itu berbarengan dengan kelahiran anak saya yang ke 2 bernama Azarine, yah..mungkin ini bawa'an rezeki dari anak saya.

(Lahirnya anak yang ke-2)

Resiko terberat adalah kurang tidur, karena saya harus memeras otak mencari ide dan menyusun kata kata yang tepat. Saya duduk di depan komputer untuk menulis itu bisa dari pagi jam 7 hingga jam 2 dini hari, tentu saja di selingi sholat dan makan juga mandi serta sesekali ngurusi anak. Tidak peduli istri sinis dengan muka merengut ketika memandang karena memang saya tidak bisa memberinya uang bahkan selalu menghabiskan uangnya.

(hutang ke saudara/anak kakak)

Anda bisa bayangakan petapa pening kepala saya karena kurang tidur, dan betapa sakit ini pinggang karena sering duduk lama berjam jam seperti dulu ketika main game bola itu, Dengan kerja keras dan diiringi doa akhirnya salama 3 bulan itu saya mulai melihat hasilnya. Saya masih ingat ketika gajian dari google pertama kali hanya Rp1.500.000; menurut saya ini adalah awal yang bagus karena bisa memupuk keyakinan dan kepercayaan saya untuk melangkah lebih jauh dan bisa membuat target lagi.

Dari uang ini saya bisa membayar hutang hutang saya, yang pasti pertama hutang dari saudara saya, dan teman saya, lalu kalau ada sisianya baru Istri. Terbayarnya hutang hutang saya ini Tentunya ini bertahap dari bulan pertama ke dua dan ke tiga, dan berangsur angsur keadaan ekonomi saya mulai sehat, walaupun masih ada hutang saya di bank tenang saja itukan dibayar bulanan.

(bisa santai dikit karena mulai ada gaji)

Sebenarnya tidak perlu pusing soal rezeki, karena rupanya Allah sudah mempersiapakan yang terbaik untuk kita. Seandainya anda mau meluangkan waktu sedikit dari masa hidup anda untuk belajar cara mendapatkan rezeki dan uang (sebenarnya arti rezeki luas) di iringi dengan bekerja keras dan berdoa niscaya Allah akan menunjukan jalan-Nya dangan caraNya sendiri.

Sebagai penutup dari tulisan ini, dibawah ini ada kisah inspirasi dari anak burung gagak yang belum berbulu hitam sehingga induknya tidak mau memberikan makan karena warnya berbeda dengan induknya, mungkin anda pernah membaca. Tetapi tidak mengapa saya tulis disini lagi, karena memang penuh inspirasi

(Anak burung gagak)

Belajar tawakal seperti burung gagak

Ada seorang ulama selalu mengucapkan do'a seperti ini... ( ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﻛﻤﺎ ﺗﺮﺯﻕ ﺍﻟﺒﻐﺎﺙ )
"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kepada bughats."
Apakah "bughats" itu...? Dan bagaimana ceritanya...?
"Bughats" adalah anak burung gagak yg baru menetas. Dan ketika menjadi besar dia disebut gagak (Gurab).

Terbukti, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya tidak hitam seperti induknya (karena lahir tanpa bulu). Kulitnya berwarna putih. Oleh sebab itu, induknya tidak terima hingga tidak mau memberi makan dan minum. Ia hanya mengintai dari kejauhan saja. Tentu saja anak burung kecil malang yang baru keluar dari telur itu tidak mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.

Lalu bagaimana ia makan dan minum...? Allah Yang Maha Kuasa & Maha Pemberi Rezeki yang menanggung rezekinya, karena Dialah yang telah menciptakannya... Allah menciptakan aroma tertentu yang keluar dari tubuh anak gagak yang dapat mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak & ia pun memakannya...

Maasyaa Allah...
Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sudah tumbuh. Nah, saat itulah gagak mengetahui bahwaburung kecil itu adalah anaknya. Ia pun memberi makan sampai tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri. Akhirnya, otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga-serangga tidak berdatangan lagi ke sarangnya karena sudah tertutup bulunya.

Dia-lah Allah Ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezeki..."Kamilah yg membagi-bagikan penghidupan diantara mereka dalam kehidupan di dunia ini." (QS. Az-Zukhruf : 32)
Rezekimu akan mendatangimu di mana pun kamu berada, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam: "Sesungguhnya Malaikat Jibril menghembuskan di dalam perasaanku bahwa seseorang tidak akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya.

Ketahuilah, takutlah kepada Allah, dan perindahlah caramu meminta kepada Allah. Jangan sampai keterlambatan rezeki membuatmu mencarinya dengan cara bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya tidak akan didapatkan sesuatu yang ada di sisi Allah kecuali dengan menta'atinya."
Oleh karena itu, sebenarnya kurang pantas bila orang orang beriman berebut rejeki sampai tidak mengindahkan halal haramnya... Ya Allah, Engkau Pemberi dan Penjamin Rezeki, karuniakanlah kepada kami rezeki yg halal dan barokah. Aamiin...

Sumber kisah: www.facebook.com & Kisah pribadi
Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Saturday, April 16, 2016

6 komentar:

  1. menginsipasi kisahnya bang... salut akan perjuangannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bang terimaksih sudah singgah, semoga bang lone nasutiaon juga suksess..

      Delete
  2. Sangat menginspirasi kisahnya..saya bisa bayangkan bbetapa sulitnya perjuangan bapak. Semoga saya bs mengikuti jejak anda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sulitnya itu memang awak awal saja mas inggit, setelah melewati masa sulit itu hasilnya akan datang dengan sendirinya tanpa putus dan selalu mengalir, dan pastinya Allah yang mengatur segalanya. tanks sudah singgah

      Delete
  3. Nasip saya sama dengan bapak.tpi masih dalam tahap perkembangan bisnis... semoga allah mengalirkan rezekinya.. aminnn

    ReplyDelete
  4. Amin, sabar dan banyak berdo'a mas yakin Allah akan meberikan apa yang kita inginkan..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top