Home » , » TERLALU LAMA DIDEPAN TV AKAN BERPENGARUH BURUK MOTORIK ANAK

TERLALU LAMA DIDEPAN TV AKAN BERPENGARUH BURUK MOTORIK ANAK

AbuazmaShare.Id - Tahukah anda bahwa membiarkan anak usia sekolah akan berdampak buruk terhadap kempuan motorik pada anak, Mungkin anggapan orang tua akan lebih aman dan tidak beresiko jika dibandingkan dengan bermain diluar rumah dan berinteraksi dengan teman teman-nya, mungkin juga anda lebih senang jika anan anak tenang tidak rewel yang penting "Asal anak diam, Tidak rewel". Akan lebih baik dikala anak sedang libur anda mengajaknya berjalan jalan walaupun cuma ditaman sekitar tempat tinggal atau sekedar berkunjung dirumah saudara, ini lebih baik dari pada hanya di depan TV atau gadget.

Penelitian baru mengungkapkan, bahwa anak-anak yang menghabiskan setidaknya 3 jam lebih di depan media televisi alias komputer, ada kemungkinan sembilan kali lebih besar mengalami gangguan kinerja motoriknya ketimbang mereka yang tak sedikit beraktivitas. Belum paham tetang motorik?


Apa itu Motorik? 

Motorik adalah keseluruhan proses yang terjadi pada tubuh manusia, yang meliputi proses pengendalian (koordinasi) dan proses pengaturan (kondisi fisik) yang dipengaruhi oleh faktor fisiologi dan faktor psikis untuk mendapatkan suatu gerakan yang baik. Motorik berfungsi sebagai motor penggerak yang terdapat didalam tubuh manusia. Motorik dan gerak tidaklah sama, namun tetapi berhubungan

Pengertian lain mengenai motorik adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan gerakan-gerakan tubuh. Dalam perkembangan motorik, unsur-unsur yang menentukan ialah
1. Otot,
2. Saraf, dan
3. Otak.
Ketiga unsur itu melaksanakan masing-masing peranannya secara “interaksi positif”, artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapai kondisi motoris yang lebih sempurna keadaannya. Selain mengandalkan kekuatan otot, rupanya kesempurnaan otak juga turut menentukan keadaan. Anak yang pertumbuhan otaknya mengalami gangguan tampak kurang terampil

“Masa anak-anak merupakan saat yang kritis bagi pengembangan keterampilan koordinasi motorik yang penting untuk kesehatan serta kesejahteraan. Kita tahu bahwa gaya hidup "sedentari" ( kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan seseorang yang tidak banyak melakukan aktifitas fisik atau tidak banyak melakukan gerakan.)  mempunyai imbas negatif pada keterampilan ini serta berkaitan dengan menurunnya kebugaran, harga diri yang rendah, penurunan prestasi akademik penelitian semacam dikutip dari medicaldaily.

Untuk reset ini, peneliti menilai gaya hidup lebih dari 200 anak laki-laki serta wanita berumur antara sembilan serta 10 dari 13 sekolah dasar di Portugal. Aktivitas fisik dari anak-anak diukur dengan accelerometer-sebuah alat yang merekam gerakan serta intensitas. Keterampilan motorik diukur dengan memakai tes yang mengukur kinerja untuk melompat lateral, melompati rintangan serta keseimbangan.

Kuesioner juga diberbagi terhadap orang tua dari anak-anak yang berpartisipasi untuk menanyakan mengenai Norma  gaya hidup anak mereka. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktunya lebih dari 70% untuk kegiatan yang tak melibatkan gerakan fisik mereka nyatanya sangat mempengaruhi keterampilan motorik mereka. Ini terutama ditemukan pada anak laki-laki ketimbang anak perempuan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak wanita yang menghabiskan 77,3% atau lebih banyak waktu untuk kegiatan yang tak melibatkan fisik mempunyai keterampilan motorik 4-5 kali lebih kurang baik dibandingkan anak wanita aktif.

Untuk anak laki-laki, menghabiskan lebih dari 76% waktu mereka duduk berarti bahwa mereka 5 - 9 kali lebih mungkin untuk mengalami gangguan keterampilan motorik. “Sangat jelas dari penelitian ini bahwa taraf tinggi konduite menetap merupakan prediktor independen koordinasi motorik rendah, terlepas dari taraf aktivitas fisik serta faktor-faktor kunci lainnya.

Prilaku menetap Tinggi mempunyai dampak signifikan pada koordinasi motorik anak-anak, dengan anak laki-laki menjadi lebih terpengaruh dibandingkan anak perempuan,” Sebuah penelitian terakhir mengabarkan bahwa anak-anak menghabiskan tak lebih dari 20 menit sehari untuk bermain di luar sedangkan waktu yang dianjurkan merupakan minimal 60 menit aktivitas fisik.
BACA JUGA: KENALI YUK, BAYI MENANGIS KARENA MARAH, SAKIT ATAU TAKUT...?
“Hasil menunjukkan pentingnya menetapkan waktu maksimum untuk perilaku menetap, sesaat mendorong anak untuk menambah jumlah mereka aktivitas fisik. Kita berharap temuan kita bakal membuat kontribusi yang berharga bagi perdebatan mengenai kesehatan anak serta mendorong penyelidikan masa depan mengenai faktor ini,”

Studi ini dipublikasikan di American Journal of Human Biology.(fq/inilah)

Reverensi: https://tangguhabiyoga.wordpress.com
                   http://www.eramuslim.com/
Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Monday, September 26, 2016

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top