Home » » RISIKO JADI TKI KE MALAYSIA TANPA MELALUI PJTKI RESMI

RISIKO JADI TKI KE MALAYSIA TANPA MELALUI PJTKI RESMI

Apa Sih Risikonya Jika Menjadi TKI Tanpa Melalui PJTKI Resmi? - Sebenarnya untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia ke negara mana saja termasuk ke Malaysia bisa melalui Penyalur tenaga kerja resmi yang sudah terdaftar ke pemerintah, dan bisa juga berangkat sendiri. Jika melalui Penyalur yang resmi yang pastinya jelas status badan hukumnya, dan nantinya terhubung ke Departemen Tenaga Kerja (Depnaker), sehingga jika nanti dari depnaker ada calon TKI maka akan ditunjuk PJTKI yang dipercaya itu. Selain melalui PJTKI para pencari kerja ke luar negeri ini bisa berangkat sendiri dengan catatan ada tujuan yang jelas, pekerjaan juga sudah jelas ada bos dan ada pekerjaan yang akan di kerjakan, walaupun awalnya hanya status pelancong karena kelengkapan dokumen bisa menyusul.

Kalau melalui PJTKI memang harus bersabar karena kita akan melalui proses panjang, dari sejak mendaftar saja sudah harus cek kesehatan, jika ternyata ditemukan penyakit dapat dipastikan gagal berangkat, karena jika terjadi apa apa akibat penyakitnya ini PJTKI tidak mau menaggung risiko mereka akan berpikir "lebih baik batalkan saja dari pada menyusahkan dan akan menabah biaya lain lain".

Mutiara Nissa Ardhana siswi SMA keas 3, Ibunya menjadi TKI tanpa melalui PJTKI Resmi

Jika sudah tes medikal dan ternyata dinyatakan sehat, untuk selanjutnya akan di tampung dan sekalian mendapatkan pelatihan pekerjaan yang akan menjadi tujuan nanti. Nah disinilah para calon TKI akan diuji kesabaran-nya bisa dikatakan cepat dalam 1 - 2 bulan langsung berangkat, ada juga yang hingga 6 bulan sampai 1 tahun tidak berangkat juga, kalau yang ini PJTKI-nya yang nakal kasus seperti ini biasanya belum mendapatkan channel pekerjaan tapi sudah berani rekrut calon TKI.

Lamanya dipenampungan dan proses yang berbelit belit ini mengakibatkan para calon TKI nggan untuk mendaftar ke PJTKI resmi mereka berpikir akan lebih baik berangkat sendiri walaupun awalnya sebagai pelancong dengan haya berbekal paspor saja, namun perlu anda ingat risikonya juga besar, jika disanan nanti anda belum mendapatkan pekerjaan, sedangkan ongkos juga mulai menipis dan masa ijin tinggal juga sudah mulai habis.

Sudah terbayangkan betapa cemasnya dengan keadaan seperti itu bisa bisa panas dingin gemeteran tuh badan, karena sejuta rasa ada dalam dada takut, cemas, dan yang bikin perih laparnya itu lho...yang bikin nggak kuat, lho... kok tahu? ya tau-lah saya sudah mengalami karena lapar saya pernah sehari hanya minum saja itupun bukan air mineral melainkan air yang saya ambil dari bak mandi kantor imigrasi perbatasan brunai - malaysia.

Dari kantor imigrasi brunai darussalam inilah saya diusir dan masuk ke malaysia lagi, hingga di bandar bintulu saya memutuskan pergi ketengah ladang yang jauh dari kota dan aman disana bekerja di kebun sawit, hingga paspor saya di aktifkan lagi. Jika tidak sembunyi dapat dipastikan ditangkap dengan status TKI ilegal kemudian biasanya akan dihukum setelah itu dideportasi.


Resiko Menjadi TKI Tanpa Melalui PJTKI Resmi

Mengenai kasus menjadi TKI tanpa melalui Penyalur yang resmi ini ada juga cerita baru sebagaimana yang tuturkan oleh Mutiara Nissa Ardhana siswi SMA keas 3, dia ditinggal ibunya yang sekarang sedang proses menjadi tenaga kerja di Malaysia tanpa melalui PJTKI resmi yang selalu harap harap cemas tentang keadaan ibunya yang belum ada kabar pasti tentang keadaan dan status pekerjaan-nya, ingin baca ceritanya? nih saya kutip dari ceritanya yang dikirim melalui email...

Mama saya kerja di malaysia melalui temannya,yg dulu kerja bersama di pabrik.Papa saya pun kenal dengan suami teman mama saya itu karena dulu sempat 1 pabrik juga. Awalnya mama saya itu disuruh mengirim foto dokumen2 seperti KK,KTP,Ijazah,Akta,dll. Temannya bilang itu untuk keperluan pembuatan passport.Ia juga menyuruh mama saya untuk meminta surat izin dari papa saya.

Lalu temannya juga bilang kalo kerja itu ga dipungut biaya sama sekali,karena temen mama saya itu bukan dari PT tapi perorangan sistemnya mama saya kerja dulu baru nanti biaya transport,dll dipotong dari gajinya setiap bulan.

Ga ada seminggu sejak mama saya ngirim foto dokumen itu mereka ketemuan dan mama saya akhirnya memutuskan untuk kerja di malaysia.Papa saya pun juga sudah mengizinkan. Esoknya mama saya berangkat ke malaysia,namun sebelum ke malaysia ia singgah dulu di medan tepatnya daerah deli serdang yg merupakan rumah penyalur itu.

Sesampainya di medan, penyalur itu meminta papa saya untuk mengirimkan kartu keluarga asli melalui mama saya.akhirnya papa saya mengirimkan KK asli lewat tiki. Mama saya cukup lama berada di medan kira2 ada 2 minggu. Selama di medan saya masih bisa kontak2an dengan mama saya melalui chatting dan telpon.

Saya juga bertanya apakah disana mama saya sudah bekerja atau gimana, tetapi mama saya bilang disana ia hanya membantu pekerjaan rumah yg ringan di rumah penyalur itu. Ia juga bilang kalo diperlakukan baik disana. Sampai akhirnya papa saya curiga karena gajelas gitu kan mama saya disana ga kerja2, sampai2 papa saya menyuruh mama saya untuk pulang saja.

Papa saya menelpon penyalur itu dengan nada yg agak marah lalu darisitu penyalur itu mulai bersikap aneh,setiap papa saya nelpon dan sms gapernah ditanggapi. Sedangkan kalo saya yg nelpon atau sms pasti dijawab. Dari peristiwa itu saya mulai lost contact sama mama saya.

Sampai akhirnya saat idul adha tiba2 mama saya menelpon dengan no telp malaysia dan berkata kalau ia sudah di malaysia dan bertemu dengan calon majikannya. Ia bilang selama bekerja ia tidak memegang hape karena hapenya dipegang sama penyalur itu. Ia juga bilang kalau ia bisa dihubungi ketika sudah 2-3 bulan bekerja.

Anehnya saat saya sedang teleponan sama mama saya kan tiba2 papa saya datang lalu abis itu teleponnya langsung dimatiin sama mama saya.sebenarnya saya gatau itu yg matiin mama saya atau penyalur itu. Dari situ saya kalo nanya kabar mama saya hanya bisa menelpon ke penyalur itu, ia selalu bilang mama saya baik2 saja dan katanya mama saya disukai oleh majiikannya disana.

Ia juga bilang awal2 kerja mama saya gabisa dihubungi dulu karena masih masa training, dia bilang ga sampe 1 bulan udah bisa nelpon. Tapi buktinya sampe sekarang udah 1bulan gabisa nelpon juga. Kalo saya tanya kenapa gabisa ditelpon ia selalu beralasan, entah majikan mama saya itu lagi sibuk kerja keluar negeri lah atau sakit dirawat di RS,

Dia juga pernah bilang disana itu bebas mau nelpon kapan aja, tapi kan mama saya ga nelpon2 terus dia bilang 'mungkin itu mama kamu aja yang gamau nelpon kali' saya gatau itu bener apa engga. Papa saya kan juga sempet ke rumah temen mama saya yg ngajakin kerja itu, dia bilang kalo mama saya ini legal.

Papa saya disuruh tenang aja, kasih ruang dan waktu buat mama saya biar bisa fokus kerja. Terus yg lebih aneh lagi, sekarang kalo saya nelpon atau sms gapernah ditanggapi sama penyalur itu. Terhitung udah 1bulan mama saya gaada kabar. Tolong ya mas di post cerita saya, makasih banget sebelumnya.

Itulah cerita dari Mutiara Nissa Ardhana siswi SMA keas 3 yang ditinggal ibunya menjadi TKI ke Malaysia tanpa melalui PJTKI resmi, kita doakan saja agar disana aman, mendapat pekerjaan yang diharapkan, dan ada bersama majikan yang baik dan bertanggung jawab. T
BACA JUGA: PERSYARATAN, BIAYA DAN GAJI CALON TKI KE LUAR NEGERI
ujuan dimuatnya cerita ini sebagai pelajaran bahwa seperi itulah risikonya, dan belum lagi risiko ditempat kerja jika tidak memiliki dokumen resmi sebagai TKI jika gaji dan posisi pekerjaan tidak sesui yang diharapkan dan jaminan sosial tenga kerja tidak didapat anda tidak bisa menuntut secara hukum ke pihak manapun. Tapi semuanya terserah anda kalau memang disana sudah ada pekerjaan pasti mungkin pilihan yang tepat, namun jika tujuan-nya belum jelas sebaiknya jangan coba coba..

Pencarian terkait:
Resiko tki ilegal, resiko tki tidak resmi, tidak ikut pjtki, tki legal, tki resmi, tki malaysia, brunai darussalam, singapura, hongkong, qatar, arab saudi, eropa, perbedaan tki resmi legal dan tki ilegal tidak resmi
Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Monday, October 24, 2016

1 komentar:

  1. wah ngeri juga resikonya, kalo memang niat cari kerja harus lewat jalur resmi nih :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top