Home » , » SIASATI DENGAN CARA INI JIKA PELAYANAN BPJS KESEHATAN MASIH TETAP BURUK

SIASATI DENGAN CARA INI JIKA PELAYANAN BPJS KESEHATAN MASIH TETAP BURUK

Bagaimana Cara Menyiasati Pelayanan Bpjs Kesehatan Yang Buruk, Sedangkan Kita Butuh Pelayanan Yang Lengkap Dan Menyeluruh - Sesuai aturan Pemerintah, mulai 2014 setiap warganegara Indonesia diwajibkan untuk ikut serta dalam program jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Keikutsertaan dalam BPJS kesehatan merupakan kewajiban yang berlaku pada semua masyarakat. Pasalnya, jika sampai tahun 2019 peraturan itu tidak dipenuhi akan ada saksinya (katanya, tapi itu bisa berubah).

Kendala BPJS Kesehatan

Meski iuran bulanan keanggotaan BPJS Kesehatan terbilang cukup murah dengan coverage pelayanan yang luas , akan tetapi nyatanya masih ada cukup banyak kendala di lapangan yang dihadapi peserta BPJS yang sungguh memprihatinkan, hingga bulan bulan november 2016 ini presiden Jokowi menginstruksikan di berbagai Rumah sakit atau klinik agar memberikan pelayanan maksimal kepada Pasien Bpjs Kesehatan. Dari berbagai kendala pelayanan Bpjs Kesehatan, berikut ini adalah beberapa di antaranya...



1. BPJS mengimplementasikan pelayanan dengan alur rujukan berjenjang. Artinya, sebelum peserta dapat di rawat Rumah Sakit tertentu, ia harus terlebih dahulu mendapat rujukan dari fasilitas kesehatan (Faskes) penyangga yang ditunjuk, yaitu Puskemas, Klinik atau dokter untuk mendapat surat rujukan agar bisa ditangani oleh Rumah Sakit tertentu.

2. Puskesmas yang hanya buka di hari kerja, menjadi kendala bagi karyawan yang hendak memperoleh surat rujukan. Akibatnya, pada week end antrian akan menumpuk di faskes menyangga lainnya ( Klinik dan dokter ).

3. BPJS hanya mengijinkan peserta memilih salah satu Faskes untuk rujukan. Jadi peserta tidak boleh ke Faskes lain selain yang sudah dipilihnya, meski Faskes tersebut merupakan jaringan dari BPJS.

4. Peserta juga harus mengikuti rujukan RS yang ditunjuk/ dirujuk oleh Faskes yang dipilihnya. Ia tidak bisa memilih RS keinginannya sendiri.

5. Peserta hanya dapat dirawat atau mendapat pengobatan di RS yang masuk dalam jaringan BPJS saja. Hal ini dapat menjadi masalah jika peserta ingin berobat ke RS Swasta, karena tidak semua RS swasta masuk dalam jaringan BPJS Kesehatan.

6. Beberapa kendala yang dihadapi peserta dalam mendapatkan pelayanan
  • Membludagnya peserta yang mengikuti program BPJS menyebabkan para peserta jaminan kesehatan ini harus bersabar mengantri untuk mendapatkan pelayanan.
  • Banyaknya peserta BPJS juga berdampak pada sulitnya mendapat kamar untuk rawat inap
  • Tidak semua obat-obatan masuk dalam jaminan BPJS, sehingga peserta harus membelinya sendiri

Cara mengatisipasi buruknya pelayanan BPJS

Mencermati hal di atas, jika anda pasien yang benar benar membutuhkan pelayanan kesehatan yang ekstra ketat atau rutin, alangkah baiknya jika kita melakukan beberapa tips di bawah ini. Walaupun bukan suatu solusi yang sempurna, akan tetapi bisa lebih menjamin kesehatan anda, dan dapat meminimalisir efek dari buruknya pelayanan BPJS Kesehatan.
  1. Bagi Karyawan, jika anda mampu ada baiknya untuk mengambil jaminan kesehatan lainnya yang bisa fleksible penggunaannya. Meski untuk itu Anda harus mengeluarkan biaya tambahan. Tapi mengingat kesehatan itu penting, pastinya hal itu tidak perlu terlalu di persoalkan. Sementara BPJS tetap stand by digunakan bila diperlukan, misalkan, saat batas biaya dari asuransi kesehatan yang dipakai sudah off limit sehingga perlu tambahan, karena iuran Bpjs mengacu pada tarif CBGs sehingga tidak ditanggung 100% biaya perawatan-nya. Nah inilah fungsinya pembiayaan dari sumber lain atau untuk meng- cover biaya obat-obatan yang tidak dijamin oleh pihak asuransi.
  2. Menggunakan asas koordinasi manfaat antara BPJS dan pihak asuransi swasta. Cara ini memungkinkan pihak asuransi swasta meng-cover kelebihan pembiayaan yang harus ditanggung peserta BPJS. Sebagai catatan, sebelum menggunakan cara ini, sebaiknya Anda memastikan dulu apakah koordinasi manfaat sudah terjalin antara BPJS dengan asuransi swasta terkait.
  3. Memanfaatkan fasilitas Cash Plan pada asuransi kesehatan untuk mendukung BPJS. Fungsi cash plan hanya membayar biaya rawat inap sesuai permintaan Anda. Cara ini dapat membantu meng-cover kelebihan biaya rawat inap program BPJS. Prosesnya lebih mudah dan tidak ribet bila dibandingkan dengan Asuransi kesehatan yang membutuhkan koordinasi pihak terkait untuk memperoleh claim asuransi-nya

BACA JUGA: MENANGGAPI "SALAH SENDIRI SAKIT KOK DILUAR KOTA...!!!" TERPAKSA HARUS BAYAR

Nah itu dia beberapa kelemahan dari pelayanan BPJS saat ini, dan tips menyiasatinya Jika anda ingin mendapatkan proteksi yang menyeluruh untuk masalah kesehatan anda. Intinya anda selain menjadi peserta Bpjs Kesehatan Anda juga menjadi peserta Asuransi diluar Bpjs Kesehatan.
Abu Azma
abuazmaShare Updated at: Thursday, November 24, 2016

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah di blog kami yang sederhana ini,
* Jika artikel kami bermanfaat silakan berbagi di media sosial tombolnya ada di atas itu,
* Jika berkenan tinggalkan jejak anda di kolom komentar di atas/bawah ini...
* KOMENTAR ANDA AKAN DI TAYANGKAN & DI JAWAB KETIKA ADMIN SEDANG ONLINE

Artikel Terkait

back to top