follow us

CARA CERDAS MENGENALI RASA LAPAR BAGI PENDERITA SINDROM-X

Cara Cerdas Mengenali Rasa Lapar Bagi Penderita Obesitas, Hipertensi, Diabetes, Trigliserida & Kolesterol - Kesulitan mengendalikan kecanduan gula pada dasarnya sama dengan kesulitan untuk mengendalikan nafsu makan. Ada dua jenis lapar, yakni lapar yang sesungguhnya dan lapar semu. Ketagihan gula adalah lapar semu. Lapar semu mendorong kita untuk memuaskan diri dengan mengonsumsi makanan manis yang identik dengan gula dan tepung.

Lapar yang sesungguhnya dan lapar semu sulit dibedakan . Rasa lapar yang direspons tubuh dikendalikan oleh serangkaian hormon yang dihasilkan oleh perut dan otak. Jika antar hormon berkoordinasi dengan baik, maka lapar semu tidak akan hadir.

Sebaliknya, jika hormon yang bekerja di otak dan perut tidak harmonis maka diantara nafsu makan yang sesungguhnya akan terjadi lapar semu. Resistensi insulin dapat mengacaukan keseimbangan hormon metabolik yang mengendalikan nafsu makan.

Peningkatan level insulin mengacaukan koordinasi hormon pengendali rasa kenyang (leptin) dan hormon lapar (ghrelin). Pada saat yang bersamaan, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal khususnya kortisol dan korticotropin meningkat. 

Keduanya adalah hormon stres yang memicu aktivitas hormon lapar (ghrelin. Kondisi ini akhirnya membuat sistem koordinasi nafsu makan berbalik 180, mendorong tubuh terus merasa lapar dan menginginkan gula sebagai makanan yang paling digemari oleh otak.

Nafsu makan semu sangat berbahaya, jika dibiarkan akan menambah persolan baru terkait dengan obesitas. Karena itu, pengendalian nafsu makan menjadi kunci penting dalm menjalani diet anti X.

Mengendalikan diri untuk menahan diri tidak makan sesuai tuntutan otak bukan perkara mudah bagi individu yang mengalami lonjakan insulin (hiperinsulinemia). Bisa saja Anda mencoba berpuasa untuk mengerem agar makanan yang masuk ke dalam tubuh terbatas, namun usaha itu akan sia-sia dan tidak mampu memecahkan persoalan resistensi insulin yang telah terjadi.

Bahkan, yang terjadi justru sebaliknya. Mengekang nafsu makan dengan “berdiet” justru akan memicu aktivitas hormon stres, yang akhirnya justru mengacaukan koordinasi seluruh sistem hormon metabolik yang bekerja di dalam tubuh.

Selama menjalani diet anti X, Anda dilatih untuk mengendalikan nafsu makan secara bijaksana dengan menuruti alur yang bekerja di dalam tubuh Anda secara alami. Pengembalian fungsi hormon yang bekerja di dalam tubuh Anda menjadi kuncinya. Tidak ada tip khusus untuk pengendalian nafsu makan dalm diet anti X. Nafsu makan akan berjalan dengan baik jika program anti X Anda jalani secara menyeluruh.

Nafsu Makan Bukan Sekedar Nafsu Perut

Rasa lapar yang Anda rasakan bukan hanya disebabkan Karena tuntutan perut yang berharap pasokan makanan. Nafsu makan terbentuk bukan sekadar kita berharap pasokan energi baru, namun terjadi karena keinginan otak dan perut. Keselarasan hormon otak dan perut dalm mengendalikan nafsu makan dikendalikan oleh empat komponen sebagai berikut :
  1. Hormon metabolik yang diproduksi oleh sel-sel lemak. 
  2. Sistem saraf otonom yang menghubungkan sel otak , usus, dan lemak. 
  3. Neurotransmiter. 
  4. Molekul peradangan berupa cytokinen yang diproduksi di dalam sel lemak, sel darah putih, dan hati. 
Pengendalian nafsu makan diatur oleh molekul-molekul khusus yang di hasilkan oleh pancreas dan lemak berupa leptin, adiponektin, vistatin, dan resistin, yang diproduksi otak berupa melanokortin, CART (cocain and amphetamine regulated transport), serta yang dihasilkan perut berupa leptin, CCK, PYY, ghrelin, dan proglukagon.

Antarmolekul tersebut saling bekerja sama menentukan kapan saatnya menyampaikan pesan lapar dan kapan saatnya merasa sudah kenyang. Koordinasi yang baik akan menyampaikan sinyal lapar dan kenyang yang muncul hanya sebuah tipuan yang menciptakan kecanduan terhadap makanan saja.

Sistem organisasi yang di koordinasi otak dan perut sangat bergantung pada mood. Situasi neurotransmiter di otak sangat mempengaruhi munculnya nafsu makan. Terkait dengan hal ini, suasana hati sangat menentukan munculnya rasa lapar dan kenyang. 

Di dalam otak bekerja neurotransmiter yang terkait dengan suasana hati yang menentukan mekanisme lapar dan kenyang. Masing-masing neurotransmiter bekerja sangat beraturan sesuai dengan suasana hati. [ Pada halaman selanjutnya akan anda baca Gula Alkohol Sama Buruknya Dengan Gula Fruktosa ]

You Might Also Like: