follow us

PRINSIP DIET ANTI-X KE 3: HINDARI MAKANAN OLAHAN DARI TEPUNG

Penjelasan Mengenai Menghindari Tepung Olahan Dalam Diet Anti-X (hipertensi, diabetes, peningkatan level lemak darah/trigleserida & kolesterol dan obesitas) - Produk olahan Dari tepung Yang Boleh Dikonsumsi dan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi - Agar sukses menghindari gula bukan berarti sukses mengendalikan lonjakan gula darah. Ada jenis makanan yang memiliki pengaruh serupa dengan gula yang harus kita hindari, yaitu tepung. Tepung adalah karbohidrat yang cepat di ubah menjadi glukosa. Memiliki pengaruh yang sama dengan gula meja (sukrosa) dan glukosa dalam meningkatkan kadar gula darah. 

Saat Anda mengonsumsi tepung, gula darah Anda meningkat secara cepat. Sebagai kompensasinya, pancreas akan menghasilkan insulin dalam jumlah banyak untuk memprosesnya. Lonjakan insulin pun akhirnya tidak dapat dihindari terutama jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Setiap jenis tepung memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap peningkatan kadar gula darah, bergantung pada kecepatannya diubah menjadi glukosa (indeks glikemik). Semakin cepat dirombak menjadi glukosa, semakin buruk bagi Anda. Tepung yang bersifat demikian harus dihindari sama sekali selama menjalani program anti-X.


Indeks glikemik suatu tepung dapat dilihat dari penampilannya. Semakin halus teksturnya, maka indeks glikemiknya semakin tinggi. Anda pun dapat memperhatikan kelengketan dari tepung yang bersangkutan. Tepung yang lengket memiliki kandungan amilopektin tinggi dan amilosa rendah. Tepung yang lengket memiliki indeks glikemik tinggi maka harus dihindari.


Tepung Tertentu Masih Diperbolehkan dalam Diet Anti X

Diet anti X memberikan kelonggaran kepada Anda untuk mengonsumsi tepung tertentu. Tepung tersebut diizinkan untuk dikonsumsi karena memiliki indeks glikemik rendah, kaya serat, dan mengandung sejumlah nutrisi penting. 

Secara umum, tepung yang kaya serat memiliki indeks nutrisi yang tinggi, sehingga menjadi pilihan dalam diet anti X. Meskipun demikian, konsumsi tepung tetap harus dibatasi karena indeks glikemiknya yang tinggi dapat menjadi menyebabkan level gula darah meningkat.

Tepung utuh memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding tepung yang telah diproses berulang kali hingga menjadi tepung instan. Sesungguhnya secara umum tepung bukan menu yang baik untuk Anda konsumsi, namun dalam jumlah sedikit masih layak untuk Anda nikmati selama menjalani diet anti X.

Produk tepung yang masih boleh dikonsumsi dalam diet anti X : tepung gandum utuh (whole wheat), tepung oat, tepung durum, tepung ubi jalar, tepung garut(irut).

Produk tepung yang harus dihindari dalam diet anti X : terigu, tapioca, tepung kentang, tepung mocaf (Modificated cassava flour), tepung maezena.

Konsumsi Tepung Ada Batasannya

Pilihan menjalani diet anti X, Anda harus mengekang diri untuk tidak menikmati makanan olahan yang terbuat dari tepung-tepung tersebut. Untuk itu, Anda harus menjauhi roti putih ( roti tawar, terutama roti manis dengan aneka isi dan topping), segala jenis mi ( mi basah, mi telur, dan mi instant), bihun, soun, mie-swa, kwetio, macaroni, dan pasta yang terbuat dari terigu atau tepung lain yang harus dihindari dalam diet anti X.

Roti gandum, aneka pasta, dan macaroni yang terbuat dari tepung durum dan backwheat boleh Anda konsumsi, namun hanya dalam jumlah yang terbatas dan sesekali saja. Pastikan setiap hari Anda hanya mengonsumsi karbohidrat yang terdiri atas biji-bijian utuh seperti nasi dari beras pecah kulit, havermut, jagung, millet (jewawut), dan biji-bijian lainnya.

Jangan mengonsumsi makan olahan yang terbuat dari tepung sebagai makanan utama. Gunakan tepung sebagai bahan campuran untuk mengolah makanan. Namun akan lebih baik jika Anda menghindarinya sama sekali. [Halaman selanjutnya penjelasan mengenai Prinsip Diet Anti X : Berusaha Mengonsumsi Makanan Alami dan Segar ]

You Might Also Like: