BAHAYA DI BALIK OBAT (STATIN) PENURUN KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA

Banyak Orang Bertanya, Apakah Bahaya Mengkonsumsi/menggunakan Oabat Penurun Kolesterol Dan Trigliserida? - Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi menjadi pertanda telah terjadinya disfungsi metabolisme lemak di tubuh seseorang yang mengalami sindrom X. Penurunan kadar kolesterol dan trigliserida menjadi keharusan agar tidak memperburuk kondisi kesehatannya.

Kolesterol darah dan trigliserida yang jauh melewati ambang batas normal di khawatirkan memicu penyakit kardiovaskular. Semua ahli sepakat, penyakit jantung yang mematikan sangat berisiko bagi penderita hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia.

Berikut penelitan tentang obat penurun kolesterol dan trigliserida berhasil mengungkapkan fakta tentang keburukan obat tersebut. Statin merupakan obat penurun kolesterol yang paling laris di pasaran.
Obat yang bekerja menghambat HMG CoA dalam memproduksi kolesterol, tetapi secara bersamaan juga obat ini berbahaya karena dapat menurunkan kemampuan tubuh dalam memproduksi koenzim Q(CoQ10) yang menyebabkan serangan jantung meningkat. 

Koenzim Q10 merupakan substansi serupa dengan vitamin untuk memproduksi energi. Koenzim Q10 juga merupakan antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah pembentukan peroksida lipid yang menyebabkan aterosklerosis.

1. Statin dapat memicu serangan jantung

Penurunan kadar kolesterol darah yang semua di harapkan bermanfaat untuk menurunkan risiko serangan jantung justru menyebabkan serangan jantung meningkat


2. Statin memicu defisiensi vitamin

Penyusutan kolesterol dalam darah turut mengeliminir vitamin-vitamin larut dalam lemak (A,D, E, K) yang seharusnya di manfaatkan oleh tubuh. Karena itu konsumsi obat penurun kolesterol seperti tentu akan menurunkan level vitamin yang ada dalam darah.padahal,keberadaan vitamin-vitamin tersebut sangat penting terkait dengan kegagalan memetabolisir kolesterol. Agar metabolisme kolesterol berjalan dengan baik, tubuh memerlukan kecukupan vitamin D dan E dalam jumlah memadai.

3. Statin dapat mengganggu aktivitas tiroid

Penurunan kadar CoQ10 menyebabkan terjadinya mekanisme melawan tiroid, kekurangan ini akan menghambat kinerja tiroid. Mengonsumsi obat penurun kolesterol seperti Lipitor, zokor, lovastatin, dan golongan statin lainnya sama saja mengonsumsi obat penghambat tiroid.


4. Statin dapat menyebabkan kerusakan hati

Konsumsi statin selama tiga tahun berturut-turut akan meningkatkan produksi enzim transaminase dalam serum 3 kali lebih tinggi daripada kondisi normal, sehingga menyebabkan kerusakan hati. Kerusakan hati adalah sebuah bencana yang menyebabkan disfungsi metabolisme.

5. Memicu rhabdomyolisis

Statin yang dikonsumsi tunggal atau bersama dengan vitamin B3 ( niasin, obat anticendawan, dan calcium channel blocker dapat menyebabkan rhabdomyolisis.

6. Menyebabkan kerusakan ginjal

Statin yang dikonsumsi bersama gembrifrozil dapat merusak ginjal, sehingga dapat berakhir dengan gagal ginjal.

7. Menyebabkan penurunan HDL

Obat penurun kolesterol memiliki kemampuan menurunkan kolesterol total dan LDL, namun secara bersamaan juga menurunkan kadar HDL. Penurunan kadar HDL berdampak buruk terhadap kesehatan jantung.

8. Meningkatkan risiko terkena diabetes

Efek statin dalam memicu diabetes ada hubungannya dengan ras individu yang mengonsumsinya.

Demikianlah bahaya dibalik obat (Statin) yang merupakan penurun kandungan kolesterol dan trigliserida. [ Halaman selanjutnya : Bahaya di Balik Obat Penurun Tekanan Darah ]

Referensi : Buku diet Anti-X tanpa obat karangan Lanny Lingga PhD





You Might Also Like: