follow us

TANDA PERINGATAN OBESITAS, HIPERTENSI, DIABETES, TRIGLISERIDA & KOLESTEROL

Tanda Tanda Peringatan Obesitas, Hipertensi, Diabetes, peningkatan level lemak darah (Trigleserida & Kolesterol) Yang kami sebut dengan Sindrom-XSulit menentukan secara akurat apakah sindrom-X telah terjadi pada diri seseorang, beberapa indikator diperlukan untuk menentukan telah terjadinya sindrom-X. Indikator yang paling sederhana untuk menentukan sindrom-X adalah pengamatan visual, yaitu dengan mengamati perubahan bentuk tubuh menjadi tubuh bentuk apel. Namun pengamatan visual akan lebih akurat jika disertai dengan sejumlah tes laboratorium.

Obesitas, Hipertensi, Diabetes, Trigleserida & Kolesterol

1. Gejala Dan Tanda sindrom-X

Ada 4 indikator yang secara umum biasa digunakan sebagai alat bantu untuk menentukan sindrom-X, yaitu resistensi insulin dan toleransi gula, obesitas bagian atas tubuh, kadar lemak darah dan hipertensi, untuk penjelasanya sebagai berikut:

Resistensi Insulin dan Toleransi Gula - Peningkatan kadar gula darah akibat resistensi insulin,
Tanda peringatan: kadar gula puasa diatas 155mg/dl

Gemuk di Tubuh Bagian Atas - Kelebihan lemak tubuh sekitar perut dan dada
Tanda peringatan: beer belly, apple shape

Kadar Lemak Darah Abnormal - Terjadi peningkatan kadar kolesterol toptal dan trigliserida serta penurunan kadar HDL.
Tanda peringatan: Kadar kolesterol total diatas 240 mg/dl dan trigliserida 150 ml/dl

Hipertensi - Tekanan darah tinggi
Tanda peringatan: tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 mm Hg.


2. Menentukan Resistensi Insulin

Cara paling mudah menentukan resistensi insulin adalah dengan menetukan kadar gula puasa dan kadar gula 2 jam setelah puasa. Setelah pengukuran kadar gula puasa, pasien diberi minim larutan gula sebanyak 75 gram dan dites kembali kadar gula darahnya 2 jam berikutnya. 

Dari hasil 2 kali pengukuran kadar gula ( kadar gula puasa dan 2 jam sesudah puasa), hasil yang di peroleh dibuat grafik dimana kurva yang terbentuk dapat digunakan untuk menentukan ada tidaknya resistensi insulin yang dialamai oleh individu yang bersangkutan.

Seorang yang mengalami resistensi insulin akan mengalami peningkatan kadar gula jauh melampui angka normal dan sesudahnya mengalami penurunan yang berlangsung lambat. Kondisi ini digambarkan sebagai kurva gula darah sesudah makan (postprandial). Normalnya, kurva ini berada pada kisaran 65 - 139 mg/dl. 

Kadar gula darah sebelum makan dan sesudah makan yang tinggi adalah suatu tanda umum diabetes. Kurva yang tinggi menjadi indikasi pradiabetes, jika peningkatan kadar gula yang tampak pada kurva tidak terlalu curam maka menandakan kadar gulanya normal.

Setelah dengan melihat kurva yang terbentuk antara kadar gula puasa dan kadar gula 2 jam setelah puasa, maka resistensi insulin akan nyata terlihat dengan mengukur kadar insulin. Level insulin puasa normal harus kurang dari 8 mμ/ml, sedagkan level insulin 2 jam sesuadah makan harus kurang dari 30 mμ/ml. Bersambung pada halaman berikutnya...

Referensi :
Buku karya Lanny Lingga Ph.D  Terbitan PT Elex Media Computindo
website :www.elexmedia.co.id.

You Might Also Like: