follow us

TUBUH BENTUK APEL BERISIKO HIPERTENSI, DIABETES, TRIGLISERIDA & KOLESTEROL

Tanda Tanda Obesitas, Hipertensi, Diabetes, peningkatan level lemak darah yang perlu anda waspadai - Bagaimana prosesnya sehingga tubuh menjadi gemuk bagian atas? - Secara garis besar ada dua bentuk tubuh, yaitu bentuk apel dan bentuk pear. Bentuk apel, pot belly atau beer belly adalah tipe tubuh dan gemuk pada bagian atas, sedangkan tipe pear adalah tipe tubuh yang gemuk bagian bawah. Gemuk di bagian pantat seperti buah pear tidak menandai adanya sindrom-X karena biasanya Penyakit dalam kelompok sindrom-X dimiliki oleh tubuh tipe apel.

Terbentuknya tubuh bentuk apel bukan merupakan perawakan alami, namun berbentuk secara bertahap karena terjadinya penimbunan lemak dibagian atas tubuh. Penimbunan lemak dibagian atas tubuh terutama bagian perut menjadi ciri seseorang yang mengalami sindrom-X. Jadi jika saat ini anda memiliki tubuh yang gemukdibagian pinggang ke atas, anda harus siap dengan resiko yang terjadi ditubuh anda terkait dengan sindrom-X yang anda alami.

Peningkatan timbunan lemak di tubuh bagian atas yang digambarkan sebagi tipe tubuh bentuk apel terjadi karena insulin tidak dapat memainkan peran-nya dalam menyalurkan energi seluler. Kondisi ini menyebabkan kalori yang berasal dari makanan tertimbun sebagai lemak. Lemak tersebut mengumpul dibagian tubuh atas karena disinilah insulin paling aktif dan gula banyak dibakar oleh otot tubuh bagian atas.

Tupukan lemak tersebut tidak semakin bertambah jika otot digunakan untuk berolahraga atau bekerja mengandalkan tenaga, seseorang yang banyak berolahraga atau menjalankan aktivitas fisik, kecil kemungkinan untuk mengalami penimbunan lemak dibagian atas tubuh.

Sebaliknya jika mereka bermalas malas akan terjadi penimbunan lemak dibagian atas tubuhnya yang semakin banyak. Karena itu, tubuh bentuk apel juga dapat menjadi pertanda bahwa anda malas berolah raga atau kalau bekerja tidak menggunakan tenaga.

Tanpa dibakar melalui aktivitas visik, timbunan lemak dibagian atas tubuh akan semakin banyak. Kondisi ini menyebabkan rasio antara bobot lemak dan bobot otot meningkat, bobot lemak bertambah sedangkan bobot otot tetap atau bahkan menyusut. Dengan kondisi ini jumlah kalori yang berupa lemak yang harus dibakar melalui aktivitas fisik semakin banyak dengan masa otot yang terbatas.

Semakin banyak lemak tertimbun maka semakin sedikit kalori yang berhasil dibakar oleh otot, akibatnya bobot tubuh dari waktu kewaktu semakin meningkat. Pertambahan bobot tubuh disebabkan penimbunan lemak dibagian perut, disitulah kelebihan kalori tertimbun untuk pertama kalinya.

Pertambahan lemak di bagian atas tubuh bukan hanya persoalan kegemukan yang membuat tubuh tidak sedap dipandang, namun mengisyaratakan adanya bahaya yang perlu di waspadai. Pertambahan bobot yang terjadi dibagian perut akan membentuk kantong lemak yang disebut Omentum. Omentum ini berisi lemak tambahan yang tidak tertampung dibawah kulit. Di balik otot-otot ini kantung Omentum menggantung.

Semakin banyak lemak yang tertimbun, maka semakin berat Omentum yang bercokol di dalam perut, sehingga perut menjadi buncit dan bergelambir. Perut buncit menjadi pertanda bahwa sindrom metabolisme telah berlangsung di tubuh orang yang bersangkutan. Inilah indikator paling mudah untuk mengenali terjadinya sindrom-X pada diri seseorang. Semakin buncit maka  semakin persoalan terkait sindrom-X yang di alaminya.

Perut buncit menjadi milik tubuh tipe apel, oleh sebab itu bahaya yang menginta tubuh tipe apel lebih besar dibanding tipe pear. Penyebabnya tak lain adalah karena lemak omentum yang bercokol didalam perut. Bahaya tersebut semakin mengkhawatirkan jika si pemilik tubuh gemar mengkonsumsi minuman beralkohol.

Lemak Omentum yang dimilikinya tidak lagi berupa jaring berisi lemak yang menggantung, namun membentuk katong keras yang melilit dibawah otot sehingga menyebabkan perut buncitnya mengeras.

Demikianlah Tanda awal sindrom-X berupa bentuk tubuh yang gemuk bagian perut dan dada (tipe apel) dan bagaimana proses tubuh menjadi gemuk. Untuk halaman selanjutnya akan kami bahas mengenai bahaya dibalik lemak Omentum yang sudah saya sebutkan pada pertengahan artikel ini.

You Might Also Like: